Perindu*
Entah
kenapa hatiku gelisah dengan beberapa lontaran kata cinta yang seperti mudah
saja dikeluarkan oleh teman-temanku. Banyak di antara mereka mengatakan kata
cinta, dan aku merasa sangat tak asing dengan kata-kata cinta seperti yang
sering dikeluarkan oleh teman-teman itu. Mungkin karena aku dulu dan sekarang
juga tanpa kontrol mengatakan cinta dengan mudah.
Oh
iya aku lupa kalau akhir-akhir ini cinta yang sering aku dengar dari mereka
yang mengucapkannya bukan dari teman-teman yang se usiaku ding, mereka
kebanyakan masih duduk di bangku SMP dan SMA gitu deh. Hmm.. jangan miring
dulu, aku orangnya emang sering bergaul dengan mereka-mereka, bahkan dari
mereka itulah aku bisa menemukan banyak arti dari ketenangan dalam bergurau. Memang
sih aku sekarang sudah semester empat di bangku kuliah. Tapi menurutku tak
salah jika aku bergabung dengan sekelas mereka yang sudah mau setia menjadi
teman dalan keseharianku saat aku pulang kampung.
Kalian
nggak boleh sinis menanggapi pertemanan aku dengan mereka anak-anak SMP dan SMA
itu hanya karena perbedaan kelas, juga jangan heran kalau aku mengatakan mereka
sudah dewasa versi orang desa yang harmonisasi sosialnya menurut aku tinggi. Teman-temanku
itu, cuman sekolahnya aja yang SMP dan SMA, sedangkan mereka sudah menikah, ada
yang bertunangan, bahkan ada yang sudah bercerai dengan suaminya atau
isterinya. Jadi menurut aku dia sudah lebih dewasa dibanding aku yang masih
belum pernah mencicipi manisnya madu pernikahan. Hehe
Nah,
aku jadi banyak ngomongin teman sepermainan kan...sampek lupa kalau aku mau
mengulas tentang cinta. Cinta menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti
sayang benar, suka sekali, dah gitu lah intinya menurut kamus yang besar dalam
bahasa kita. Kalau masih penasaran boleh di cek sendiri. Hehe
Sebenarnya
aku tidak mengukur dari pemaknaan suka dan sayang seperti apa yang dijelaskan
oleh KBBI, hanya saja aku ingin menerangkan beberapa tingkah laku anak bau
bawang yang sering sekali menyatakan cinta, utamanya wanita yang mengungkapkan
cinta lebih dulu kepada seorang pria. Apakah itu salah? Aku tidak mau menjawab
dari segi agama, aku akan menjawab dari segi perasaan, dan secara perasaan itu
tidak salah. So, cinta tanpa status kalau aku memandang, yang berstatus itu
adalah orang yang merasakan cinta.
Ya,
jadi kalau semisal ada cewek yang menyatakan cintanya pada cowok di akhir-akhir
ini, nggak usah lah kalian menegur mereka dengan kecaman tidak punya perasaan
atau gak punya rasa gengsi gingsul dan semacamnya. Coba deh fikir secara halus,
orang yang berani berkata atau bahkan sudah berbentuk doktrin kepada kalian
wahai kaum hawa, apakah mereka bisa mengukur kedalaman rasa dalam hatimu? Jawabannya
sudah pasti tidak.
Bagiku
juga terlalu gombal kalau semisal ada pasangan yang berpacaran lalu bilang pada
pasangannya, “Aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan,” dududududuh... aku gak
yakin, toh hatinya bukan cabang hatimu kok. Hatimu itu berada di balik dadamu
sendiri. Hatinya juga sebaliknya. Jadi kalau begitu gak usah menyerap kata-kata
orang tentang kecintaan yang kamu rasakan ukhty.
Oh
iya ada yang hampir lupa. Biar tidak ada yang luka maka sekiranya penting juga
untuk aku sampaikan mengenai bagaimana kita menjadi diri sendiri utamanya dalam
implementasi cinta pada masa saat ini. Cinta yang dilakoni oleh sepasang
manusia yang lain jenis sangat akan berakibat keliru jika ia tidak terbentengi
oleh kemauan belajar. Belajarnya bagaimana? Pelajari semua dalam hidup selama bercinta.
Menurut
aku cinta adalah salah satu bagian dari organ kehidupan. Kehidupan diibaratkan
sebuah tubuh, maka cinta adalah salah satu organ terpenting. Jika salah satu
organ dalam tubuh tidak lengkap, cacatlah tubuh tersebut. Demikian dengan
kehidupan, mari kita lengkapi dengan cinta, sempurnakan dengan menumbuhkan rasa
cinta terhadap kehidupan ini.
Karena
cinta tidak mengenal masa, maka tidak ada persepsi seperti pertama judul
celotehan aku ini. Judul tulisan ini bohong, cinta dari pertama dilahirkan
sampai sekarang tidak pernah berubah, ia tetap cinta sebagaimana dulu pertama
ada. Tergantung orang yang menyentuhnya, apakah akan menggunakan cinta sebagai
perebutan kekuasaan, pencurian, pembunuhan dan sebagai macamnya.
Tapi
mari kita jaga kebersihan, kesucian cinta. Sebagai remaja yang rentan
dimabukkan oleh cinta dan cinta, perlu kiranya membentengi diri dengan ilmu
pengetahuan. Serta tak lupa, jangan pernah lupakan agama yang posisinya sebagai
sistem yang mengajari kita bagaimana bisa terhubung dengan Tuhan dengan tatacara
berdoa yang baik dan benar.
Semangat
bercinta dan tetaplah menjadi pecinta agar dunia tak hampa...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.