Senin, 15 Desember 2014

KEJADIAN DI MALAM

Jangan biarkan malam berlari menjauhi kita, pemburuhnya adalah kerinduan di ujung maghrib. dari kekalahan yang berdesakan dan tak ingin mengulang entah keberapa hitungan. tujuan telah ku beton biar tak rapuh dan goyah. apa yang terselip dalam bara angan ku, menjadi terbukti dan tak bermimpi kesekian kali.

tinggallah kejadian dipagi buta, sekarang air mata adalah nafas baru menyemangati kelahiran cinta, percayalah tentang embun  akan menjadi darah bagi kaum tertindas kasihnya. Niat tak boleh salah atau lupa tentang peta tujuan mulia. bukan sekedar menyetubuhi malam melainkan pagi kita peluk siang pemanasan sampai malam berani bersenggama dibawah teduh agama.

Berkian almanak telah gugur dimusim rindu, bersarang dalam paruparuku, dan nafas sesak lepas bagai dikedalaman air tak ke atas. Bukan sebuah nuansa baru dari lakilakimu untuk berenang di atas ranjang, membugili gemintang dikeheningan, malam ini akan ada yang terbaiatkan dari imajinasi. Tenang bintang tak perawan atau bulan tak purnama. Ini karena rindu kita. deru ombak dipantai ku tak hentinya megulungi tubuhmu yang kaku, sesekali melentur diantara bantal yang karam dikedalaman dua tubuh.

merubah kenyataan, dari orang tua yang tak lagi harimau, kemudian menjadi senyuman bermahkota berbunga. menatapi kita yang kehujanan dalam kamar, atau karena jejak merah dilehermu? aku menjadi lugu terbungkus kerudung mu yang merah jambu, yang dipetik dari bibir syahdu bulan madu dalam rindu. Ah, imajinasi.

KERUNCINGAN MATAMU

Hampir tak terhitung keberapa tusukan matamu di hati ku.
sapa membisu keberanian, tak seruncing tatapan yang menetaskan rindu diam-diam.

dan sejak reruntuhan waktu dari ruang yang berbeda,
kedamaian tumbuh ketika kerilangannya ku jumpai disudut sunyi
ada belaian yang berbeda dalam dada lembut, adalah sutera
sedihnya "longsorkan tabun hati".

kaku malam menghunusku kesepian
pekiknya membisingkan rindu yang tak dia tahu dariku
tentang wajah dalam puisi berparas sendiri tak disadari.
sengaja aku selipkan, biar tercatat dalam gurindam para penyair yang terbirit memaknai siapa dirimu?

pun mimpi menjadi runcing beriring bergilir doa
biar Tuhan tak memarahi seketika lelah menepis senja.


Yogyakarta15

LAKI-LAKI YANG TAKUT PADA SEPI



Waktu tetap mengalir hingga sejuk dan rindang dengan tumbuhan kasih. Angin membelai mesrah tubuh kami saat menyita waktu sekitar tiga pulih menit di atas hamparan pasir putih pantai Lombang. Ditemani  earphone pada telinga kami berdua. Saat itu lantunan lagu Ketika Cinta Bertasbih serasa begitu sangat menggemma ditelinga. Perlahan gumpalan rambutnya menyentuh bahu ku, hendak merebahkan kepalanya. Ku nikmati saja tanpa kata. Rambutnya pun mulai membelai-belai sebagian wajah ku. Ini adalah saat terakhir aku menikmati kebersamaan dengan seseorang yang sering ku katakan, dialah oksigen ku. Tuhan kenapa detak jantung nya seakan tak merelakan kepergian ku? Gumam ku dalam hati. Aku masih dengan kebisuan ku. Aku tidak tahu harus memulai nya dengan kata apa untuk melubangi bendungan air mata nya? Sebab, pastilah nanti sunami air mata akan menelan jantan ku sebagai sosok adam.

            Setelah ribuan kata aku rajut menjadi kalimat yang berterbangan di langit angan ku yang kelabu, aku pungkas kan saja walau sangat berat sekali rasanya. ”Mer, kamu tahu tentang hatiku ?” Hanya kata itu yang bisa aku lepas dari lidah ku yang sedari tadi terikat kebisuan. “aku sudah tahu kau akan meninggalkan aku sayang.” Tiba-tiba saja air mata nya pecah dan aku pun tak mampu untuk menyumbat dengan keadaan yang terjadi sebenarnya. Hanya dengan kata maaf yang beribu-ribu, ya hanya itu saja yang aku mampu. “Maafin aku Mer, aku sayang sama kamu. Perpisahan ini bukan berarti cinta kita juga harus putus sampai disini.” Aku berusaha menjelaskan tentang kepergian ku. Namun, tangis nya terus saja memecahkan hati ku menjadi tak menentu. Tangis nya adalah bentuk rasa takut yang mendalam akan kepergian ku.

            Senja diantara kami semakin saja mendekl at, seperti ingin merangkul tubuh ini dan menjauhkan dari Merry yang masih sangat membutuhkan diriku. Aku memang terpaksa memutuskan kuliah ke luar kota, ini semua juga karena orang tua Merry yang tidak mau menerima ku. Dia tidak menyetujuhi hubungan yang kami renda selama satu tahun, padahal cinta ku pada Merry sangat tulus sekali, begitu juga sebaliknya.

***

            Pekik malam dengan kerinduan hati yang tajam ku selipkan diantara bintang-bintang. Aku menikmati sisa detik ini dengan kegundahan jiwa. Aku menyibak kutub utara menjadi danau keringat dan air mata. Aku menghentikan sepoi angin menjadi kaku. Malam ini aku ingin menuliskan surat kecil untuk kekasih ku. Walau sebenar nya aku sangat ragu jika harus meminta janji pada Merry, agar tetap bisa bertahan dengan ku, lantaran keluarganya yang tidak sudi jika puteri nya bersanding dengan ku. duh.. Ya Rabb. Malam ini air mata tumpah diatas sajadah, menenggelamkan sujud para pecinta yang suka memanfaatkan sepertiga malam. Aku melakukannya hanya demi jalan yang tulus, aku tak ingin menodai pasir putih pantai Lombang yang menjadi saksi ketulusan kasih.

            Pendar wajah rembulan menyaksikan jiwa pecinta yang mulai melemah, leleh laksana salju kutub selatan kedatangan musim kemarau. Ya itulah hati ku, yang mudah sekali rapuh. Karena itu aku tak mampu membunuh hati yang begitu syahdu. Dengan lara ku tempuh meski sebenar nya masih sangat terjal sekali.

            Fajar menyingsing dari ufuk timur, melukis langit dengan tinta merah jingga. Mentari hendak memperlihatkan wajah nya, namun kali ini ia tak tersenyum. Sepertinya ada kedukaan yang ia rasa dibalik wajah nya. Nyamur juga begitu sangat lamban bergegas dari pucuk dedaunan pagi. Mengisyaratkan ketidak relaannya melepas hari perpisahan ini. Mereka membuatku terasingkan dari kelaki-lakianku, aku harus kembali menangis. Entah yang keberapa ribu kalinya air kesucian ini tumpah dari kelopak mata ku. Ya Robb.. rangkul aku walau sekejab melepas duka ini, aku dilema bagai terbengkalai ditengah samudera.

            “Far udah mandi kamu cong1 ?” Suara itu tak asing ditelingaku, yaitu suara seorang yang sejak kecil sering memberi motivasi tersendiri untuk diriku. Kata-katanya yang masih selalu terniang dalam ruang dengar ku adalah Bekna lalake’ jhe’ kenek ate, lalake’ aroa emas pa’lekoran. Beliau tak lain adalah seorang ayah yang selalu tetap setia menemani hidup ku sejauh ini. Sebab dia adalah orang yang pertama aku kenal di dunia ini, Ibu yang melahirkan aku meninggal saat melahirkan diriku. Jika seandainya aku dapat meminta dan memilih dengan seluruh kesadaran yang aku miliki, mungkin aku lebih setuju jika aku yang harus mati bukan Ibu. Tapi apalah daya, hidup adalah sebuah pilihan. Tidak memilih pun itu adalah sebuah pilihan.

            Setelah semua rampung, tibalah saatnya aku untuk berangkat. Ya, hari ini aku harus menyeka kesedihan. Aku tak ingin Ayah kecewa pada ku. aku yang memutuskan untuk kuliah ke luar Madura, dan tidak mungkin aku membatalkan semua ini. Sedang semua kelengkapannya sudah Ayah urus jauh hari sebelumnya. Ayah pun sangat senang dengan putusan aku itu untuk mengejar ilmu. Ayah tidak ingin aku senasib dengan nya. Itu lah sifat Ayah ku yang paling aku suka. Tapi, apalah daya aku hanya mausia biasa aku tidak bisa mengingkari apa sebenarnya terbesit dalam hatik saat ini. Aku sangat takut untuk kehilangan Merry pacarku.

***
            Teruntuk: Merry Ghantongan Ate
            Dengan segenap kerinduan yang sangat menggores kalbu ku. Ku tulis surat ini untuk mu yang paling aku sayang dan aku cintai. Sayang, saat senja yang merah semerah pipimu memenggal kebersamaan kita. Percaylah kasih bahwa hati ku, hati kita tak akan pernah terpisahkan oleh papun itu. Ini hanyalah cara Tuhan untuk membentang jarak diantara kita biar nantinya kita isa memupuk rinduh lebih legam lagi. Dan bila kita berjumpa nanti nya bisa bersua dengan penuh kerinduan yang suci milik kita berdua. Dan yang ingin aku tekan kan pada mu, kamu harus bisa kerasan di Kalimantan ya? Aku tetap menyayangi kamu kok. Jadikan lah Pulau Madura sebagai singgasana kita nantinya ketika sudah bisa bersama selamnya. Oh iya, aku sengaja pas waktu berangkat tidak menyalaan Hp, karena aku tidak bisa dan tidak mungkin kuat untuk menyambut kesedihanmu. Tapi, bukan aku juga mau lari dari kenyataan. Makanya aku titip surat ini pada Zulvy biar kamu isa lebih faham bagaiman aku. Ya, sudah kalau aku sudah sampai di Jogja aku pasti kabari kamu. Tapi sampai aku bisa merasakan kenyamaan disini ya? Yaudah dulu Sayang, jaga dirimu baik-baik.
            Salam taresna saomorra.
           
            Semburat cahaya mentari tak lagi hadir didalm mata ku, saat mulai teringat akan surat yang aku kirim pada kekasih ku. Bus terus melajhu, perpisah diterminal tak sebegitu pedih dibanding dengan kesedihan hati saat ingin meninggalkan orang yang dicintai. Cinta memang buta, cinta merasuki akal sehat ku, hingga aku pun tak sadarkan diri akan apa yang tengah aku rasa sebenarnya. Hati pun selalu bertanya-tanya, apa yang akan terjadi nantinya? Mungkinkah ini bisa menjadi sebuah kisah cinta yng abadi. Tidak hanya seperti kisah Qois dengan Laila atau Magdalena dengan Steven atau kisah para pecinta terdahulu yang berakhir dengan kesedihan tanpa kebahagiaan. Meski terkadang akal sehat ku menyadarkan ku tenang manusia hanya wajib berusaha dan berdoa, selebihnya adalah tanggung jawab Tuhan akan memberikan apa yang terbaik untuk kita.

            Setelah enam belas jam berada dalam perjalanan, akhir nya aku sampai juga di terminal di kota Yogyakarta. Lelah dan semacamnya yang membuat badan ku lemas kini sudah mulai terasa. Ku lihat lambaian tangan dari balik tubuh-tubuh orang di terminal yang lalu lalang dengan padat nya. Seorang yang sedikit lebih mudah dari Ayah memanggilku dari jarak yang tidak begitu jauh. Aku mulai teringat kalau itu adalah sepupu Ayah yang pernah Ayah ceritakan. Mungkin dia disuruh untuk menjemput ku, tapi mengapa Ayah tidak pernah bilang-bilang kalau aku nantinya akan diemput oleh paman. Aku hanya bisa tersenyum renyah menikmati sesuatu yang sudah benar-benar Ayah persiapkan untuk pendidikan ku. Ku hampiri saja orang itu, karena memang sedari tadi dia selalu memanggil ku dengan lambaian tangannya. Dan setelah akhir nya aku mendapati tubuh nya. Aku pun saling berpelukan dengan seorang paman yang sedikit ku ingat wajahnya itu. Bagaimana mungkin aku bisa hafal betul denga wajah nya, sedangkan aku tahu sama paman Ramli dulu waktu aku masih kelas empat SD setelah itu ia tak lagi ku temui. Paman Ramli memang sangat jarang ke Madura, kecuali memang ada kepentingan yang sangat penting yang mewajibkan bagi dirinya untuk ke Madura baru ia pulang.

             Dengung kendaraan yang lalu lalang di jalanan sangat membuatku merasa ada yang berbeda. Ya aku merasa tidak nyaman dengan kedaan seperti ini. Saat aku di desa bukan bunyi kenalpot kendaraan yang menjadi pendengaran setia untukku, melainkan cericit burung siul-siul nya yang serasa menggemma sekali. Tapi disini cericit atau siul burung tidak ada lagi, biru tumbuhan tidak ada berganti menjadi warna-warni cat pada setiap tembok. Disini juga tak ku temui pohon yang rindang atau menjulang, adanya adalah bangunan yang memanjang dan gedung-gedung yang menjulang. Hah, ini mungkin akan sangat tidak mengenakkan nantinya. Gumam ku dalam hati melihat suasana lingkungan yang membuat ku tidak nyaman ini.

***

            Malam pertama yang aku rasakan di kota Yogyakarta. Dibalik jendela angan ku ku Singkap horden kerinduan untuk memandangi wajah nya yang masih lekap dipelupuk mata. Tas yang ku bawa hendak ku buka, tujuan ku adalah menyalakan Hp yang sedari kemarin aku nonatifkan. Ada gemuruh tiba-tiba menghujam dada yang membuat ku takut untuk membaca pesan-pesan Merry pada ku nantinya. Namun kali ini aku harus tetap membukanya. Nada pesan saling bertabrakan menandakan banyaknya pesan yang masuk. Setidaknya ada lima pesan yang aku terima. Dari ke tiga-tiga nya adalah pesan dari Merry. Aku semakin lemah untuk meredam gemuruh yang merobohkan tubuh kelaki-lakian ku. Ya, aku memang tak kuasa dalam situasi seperti ini. Sebab aku terlalu kaku untuk menafikkan rasa sayang ini. Ya Robb.

            Bulan mengintip dari celah ruagan terkecil dikamar yang ku tempati. Sayup sayap kelelawar menyepoi-nyepoi memberikan aku semangat agar mampu untuk membuka pesan singkat itu. Ku buca satu pesan yang membuat ku terkesan.

            Kamu pergi tapi ku harap cinta mu tak ikut pergi. Cinta dan ketulusan hanya ada untuk dirimu, sampai kapan tak akan pernah terganti. Meski ini sangat sulit, tapi aku hormati ketulusanmu.

            Terenyuh seluruh persendian di tubuh ku. Aku tak kuasa lagi untuk menuntut jiwa ku biar diam, tak lagi menitikkan air mata. Tidak mudah bagi ku ketika sudah membaca pesan dari Merry untuk aku abaikan. Tapi aku tidak tahu harus membalas nya dengan kata apa?. Aku hanya bisa bersedih, menahan sakit yang ku rasa kali ini, dan entah kapan akan berlangsung. Ini sangat sulit buat ku lepas begitu saja. Akhirnya, meski sangat sulit untuk ku lakukan, jemari ku mulai menari-menari di atas tombol Hp-ku, tak lain adalh untuk mrmbalas pesan singkat pada Merry.

            Pekik kerinduan malam akan wajah seorang wanita yang sangat aku sayangi, membuat ku benar-benar tidak bisa kerasan dalam situasi seperti ini. Malam ku tak mengenal lelah untuk sedikit meng-katupkan kelopak mata ku. Hanya resah dan gelisah yang meyelimuti jiwa ku. Terlalu bodoh aku tidak bisa memecah kan persoalan ini. Aku benar-benar terpasung saat ini, seluruh keutuhan hati yang pernah aku katakan pada Ayah, rasanya sudah menjadi kata yang palsu. Tapi, aku adalah anak satu-satu nya. Aku harus membahagiakan beliau. Aku tak mungkin merelakan air mata kesedihan tumpah dari pelupuk Soca-Nya. 

            Pagi dengan dengung kendaraan mulai mambangunkan ku. Aku hanya sedikiy mengernyitkan alis. Ternyata aku sudah satu hari ada disini. Aku sangat berharap ketika aku terbangun aku sudah bisa kembali ke Madura. Tapi ternyata aku masih di Jogja. Ini yang membuat ku semakin tidak menyenangkan. Aku yang biasa menikmati suasana pagi dengan mencicipi sisa nyamur di daun-dau pisang, disini aku tak menemukannya. Burung ku tilang yang sangat ramai berkicau, disini aku tak menemukanya. Suasana yang sangat menjenuhkan pastinya. Aku ingin menyampaikan ini pada Ayah. Tapi entah bagaimana aku bisa, sedangkan ini adalah sesuatu yang membuat Ayah senang, dan bahkan senyum terindah nya yang ku temui hanya pada saat aku emutuskan utuk kuliah ke Yogyakarta. Sebuah kota yang masih dengan kesultanannya, dan sering kali disebut dengan istilah kota pendidikan. Dengan saking banyaknya perguruan tinggi disini.

            Ku buka pintu yang masih kaku untuk memperlihatkan orang bersembunyi di balik pintu, yaitu aku. Setelah semakin lebar aku buka pintu amar ku, ku dapati seorang wanita. Dia se usia ku. Membawa talam8 yang berisikan secangkir teh dan nasi di atas piring. Aku hanya diam, rasanya seluruh saluran darah terhenti seketika. Aku hanya kaget, dengan glamor nya wanita itu. Seperti di film-film, dia memakai celana pendek di atas lutut yang sangat ketat sekali. Dan hanya memakai kaos yang juga sangat ketat sekali. Aku terperangah. Sebab di desa seperti ini ada. Setelah selesai ku terima talam yang berisikan kopi dan makanan itu, aku langsung kembali menutup pintu. Benakku mulai bertanya, apakah dia adalah Rina? Tapi aku tidak mengenali wajah nya kaya seperti dulu waktu dia masih belia. Terus kalau bukan Rina, lalu siapa?. Sangat tidak mungkin Paman punya seorang pembantu yang mudah seperti itu. Setelah sesaat bercengkerama dengan halusinasi wanita di depan pintu, aku meluruskan hati bahwa dia adalah Rina anak Paman. 

            Waktu berjalan dengan lambannya. Membuat ku sedikit runyam untuk menghadapi masalah lingkungan yang semakin tidak membuat ku nyaman. Aku sungguh lebih senang berada di desa. Terlepas dari lingkungan, aku juga sudah lama sekali tida mendengar kabar dari Merry. Sms ku bahkan tidak pernah dibalas, bahkan telfon ku juga tidak pernah diangkat. Entah karena apa, atau dia sudah melupakan ku. Satu bulan aku ada disini, membuat ku belajar mandiri. Rina yang selalu setia menemaniku, sering kali memberikan kata-kata motivasi pada ku, biar aku bisa lebih bertahan disini. Aku merasa sedikit nyaman dengan cara berdampingan disampingnya. Aku tidak bisa hidup dengan kesepian, meski aku punya cinta yang jauh. Tapi aku adalah laki-laki yang takut pada sepi. Aku tetap butuhseorang penghibur yang bisa ada dan bisa membuat ku nyaman.

            Aku pun mulai berani menamai nya sebuah kehidupan yang baru, dimana aku belajar beradaptasi dengan lingkungan seperti pelajaran yang selalu Rina berikan dalam kehidupan ku setiap hari nya. Tuhan, aku adalah laki-laki yang takut pada sepi. Bukan maksud hamba mengkhianati cinta yang sudah hamba tanam. Tapi, setiap yang membuat hamba nyaman. Hamba telah berani meyakini bahwa itu juga adalah cinta yang suci dar-Mu Tuhan. Sekian..!         


JEJAK MANUSIA JALANG MENCARI IBUNDA (1)



Semburat cahaya mentari perlahan mengiris sepih menjadi perih yang tak jua ranum di pucuk dedaun pagi. Kutilang perlahan beranjak mengecup sisa embun yang syahdu, bersiul ria terbang kesana kemari yang sesekali menempatkan cakarnya pada setangkai ranting yang menua dan kekeringan. Sepertinya sudah cukup percaya dengn kedua sayapnya yang akan menyelamatkan dia tat kala ranting akan patah, atau dia akan terjatuh. Namun keyakinan membuatnya lebih dari seekor burung biasa, dia merasa seperti malaikat diantara kaumnya. Sangat berbeda dengan diriku yang masih tergelut dengan lara, dan cukup membuatku terpasung diantara liku hidup yang maknanya ku coba terjemah meski tertatih. Terbengkalai ditengah lautan yang entah kemana aku harus menggiring tubuh ini, ke darat dengan angin kenyataan, atau aku akan tenggelam dalam luka tanpa bahagia? Sungguh ini telah membuatku pusing tujuh langit. Kesejukan yang ku rindu dari kemarau kehidupan, dan walau setetes kasihmu yang aku tunggu dalam kegersangan ini, namun tetap saja aku sendiri dan sepih sekali. Telah berkian tahun aku ditemani cirita menyayat hati, ya..! Benar hanya cerita. Tapi, tak ada yang tahu kelemahan sebuah hati sebagai seorang anak yang mencari sandaran diri yang sejati, sebagai orang  yang melahirkan dan mengenalkan ku pada dunia. Ibu kamu dimana? Bapak kamu yang mana?. Aku terus berlari menelusuri terjal kehidupan tanpa kau pedulikan Ibu. Aku tak pernah berniat untuk menghentikan nafas ini Bapak, sebelum aku menemuimu meski itu hanya di ujung senja.

Waktu terus menyita detak nafas ku, hingga aku menjadi dewasa dan mulai kekar menerka tabir keras hidup ini. Oh, inikah dunia ku?. Kenapa tidak sama dengan hidup manusia lain yang ada dalam hari-hari ku, seperti teman-teman ku. Atau orang yang sering mengajakku untuk bermain kerumahnya. Mereka berteduh dengan kedamaian, bertedeuh dengan keindahan ruang, ada air yang men-sucikan tubuhnya tiap hari, ada orang yang siap menjadi tempatnya merengek, walau hanya sekedar meminta uang untuk melunasi nafsuh nya yang abu-abu itu. Lalu, kenapa rumah ku tak jauh berbeda dengan tempat tikus yang kusut, selalu dengan deru kendaraan yang membisingkan, bahkan air sungai dengan sampah menjadi tempatku menyuci tubuh setiap harinya, aku di bawah jembatan, kenapa mereka hidup dengan kemewahan? Dimana bapak ibu ku berada.? tangis menjadi banjir yang tak bermusim di lekuk wajah ini. Pun aku rentan bahkan tidak tahu bagaimana untuk menanggulanginya dengan senyum keindahan yang layak nya para pejabat, meskipun hidup nya terbaiatkan sebagai sosok maling, namun mereka tetap dengan senyumnya yang serasa syahdu sekali. Tuhan aku ingin bahagia.!!

“hey... Arman kamu kenapa diam saja hah??’’ suara yang sudah sangat familiar di ruang dengar ku. Seorang teman yang selalu menemani hari ku mencari sesuap nasi atau mencari pendongkrak lapar ku. Hamid, dia adalah teman yang senada denganku dari sudut cara kita hidup.
“hmm.. nggak ada apa-apa kok.’’ Balas ku dengan senyum yang remang ku tunjukkan di balik kesedihan ini.
“sudah lah Man, kau tak usah bersedih. Sampai kapan pun kita tetap seperti ini kok. Presiden tidak bakalan sok mengenali kita. Apa lagi mau memberikan kita tempat yang layak.’’ Sanggahnya begitu kritis. Memang Hamid adalah orang yang bisa mnerti tentang apa yang sedang aku rasa, meskipun aku sudah berbohong dengan senyuman ku.
“siaaah.. tumben kamu bicaranya kritis banget, sampai membawa kata Presiden lagi.’’ Aku pun berusaha untuk mengalihkan pembicaraan agar suasana menjadi lebih tenang dan tidak terlalu formal.
“loh.. kan beneran toh? Kita itu tetap aja akan menjadi anak jalanan. Aku berani taruhan. !” sanggahan Hamid memang agak tinggi sekali. Tapi aku biarkan saja dia berkecipung dengan perkataannya, karena buat aku itu juga merupakan sebuah kebenaran.
Aku memang hanya anak jalanan, yang tidak punya tempat tinggal seperti kalian para pejabat. Tapi aku juga bangsa mu Indonesia. Bahkan aku juga bisa melihat dan berfikir betapa banyak bangsa Asing yang itu bukan anak bumi pertiwi tapi kau asuh dengan hidup yang jelas. Tidak seperti diriku dan teman-teman ku yang lain? Apakah yang membedakan aku dengan manusia lain?”. Suara hati ku mulai terniang.
 Kerap sekali aku bergumam dalam hati, merenungi bangsa yang teriris krisis moral. Aku cukup berkhotbah dalam hati tak harus lebih dari itu, karena aku bukan terdiri dari kotak orang tertinggi di Negara ini. Aku hanyalah bangsa jalang tak bernilai seperti rupiah. Tapi aku juga bukan bangsa murahan yang hanya bisa ditukar dengan rupiah atau dibarter dengan harga diri. Aku adalah aku yang asli dengan bangsaku yang arif. Bukan seperti kalian yang hanya bisanya mengubris sesuatu tak berbasis apa-apa. Sangat penuh dengan ke konyolan.

Terik panas matahari masih setia membakar tubuh ku, tubuh anak-anak itu yang senasib dengan ku, yang menjadi seorang pengemis di lampu merah, meminta uang atau apalah yang bisa menghidupkan ku. Memang sangat tidak jauh berbeda dengan kehidupan burung, terbang sejak pagi hari untuk mencari makan, kembali pada saat senja memisahkan antara siang dan malam. Tanpa harus memperdulikan adanya makanan atau dia harus kelaparan sampai senja tiba. Tapi inilah hal yang perlu aku refleksi, aku bukan para koruptor yang hidupnya berkecukupan dengan keharamannya. Tapi senyumnya sangat mengindah dari dirinya, aku pun semakin miris melihatnya.

Malam mulai hadir dengan gemintang nya yang pendar diwajah nya, begitu setianya rembulan dan bintang menemani malam dalam keadaan apapun. Layaknya seorang ibu dan bapak yang tetap setia menemani sang anak. Tapi aku masih tidak tahu rasa kasih putih itu, aku tidak mengenal siapa orang tua ku. Adanya yang ku ingat hanyalah teman dan teman yang menghidupi ku, mengajari ku tentang bagaimana bertahan hidup. Tuhan dimana mereka orang tua ku?. Kembali hati ku merengek, tak ubah nya seorang anak kecil yang yang tengah kesabanan. Tapi, inilah hidup. Mau tidak mau kita dipaksa untuk memilih pilihan nya, karna hidup adalah sebuah pilihan, dan aku harus mensyukurinya meski dengan lara hati. Malam demi malam telah aku nikmati dengan ribuan derai air mata, entah ini adalah kesekian malam yang aku banjiri dengan air kerinduan terhadap orang tua ku, yang tidak tahu ada dimana.? Meski terkadang aku berfikir dalam malam ku, mungkinkah aku ini terlahir dari bongkahan batu.? Tanpa harus ada orang yang melahirkan ku. Gumam ku dalam hati.
Siul burung kutilang memanjakan pagi dengan nada nya yang syahdu,embun jua terhanyut didalam nya, bak harmoni di pesta para raja. Namun tidak sama sekali dengan jiwa ku, seluruh akal sehat ku kini telah benar-benar remuk berpuing-puing. Menerkah hidup yang sekeras pareghi hingga kini aku harus berusaha memcahkan pertanyaan yang kerap sekali menjadi hantu bisu menakutkan dalam hidup ku. Hari ini aku harus mencari dimana orang tua ku, aku harus bertanya pada teman seperjuangan ku yang paling tua disini. Sebab waktu kini benar memaksa ku dengan tuntutan nya yang sangat pekik sekali di ruang dengar ku. Aku selalu terniang dengan kalimat siapa orang tua mu? Dimana orang tua mu?.

“kak Asep,!!!” panggil kudari atas jembatan. Nampak di bawah jembatan kak Aseb sedang mengotak-atik sampah, mungkin sedang mencari sisa nasi atau makanan yang bisa mengenyangkannya.
“oh.. iya Man. Ada pa ??” sambil melihat ke arah ku, dan aurah wajah nya nampak sekali terlihat bahwa ia sedang kelaparan.
“bisa ikut ketempat saya tidak? Disana seperti nya ada makanan.” Aku mencoba menawarkan makanan pada kak Aseb. Dia adalah orang yang pertama kali aku kenal dan mungkin saja dia tau kenapa aku bisa ada pada mereka, dan aku bisa ada disini.
“tumben saja kau ini menawarkan makanan pada abang mu yang memang masih belum makan sejak kemarin.” Bang Aseb sangat khas dengan logat sunda nya.
“sudah lah, ayo ikut saja.” Aku pun langsung memaksanya tanpa basa-basi.
Aku pun berjalan dengan kak Aseb, menelusuri trotoar yang tidak begitu berkilo meter itu. Sebab jarak antara tempat ku dengan tempat kak Aseb memang tidak terlalu jauh. Sepanjang perjalanan aku tidak banyak yang dibicarakan tentang apa yang sebenar nya ingin aku tanyakan. Karena aku ingin kak Aseb menceritakan  nya nanti setelah dia mulai tenang. Dan seperti nya kalau aku mengajaknya bicara saat ini, sangat kurang tepat. Ia masih kelihatan dengan raut kelaparan nya. Setibanya digubuk tempat ku bernaung hidup, tampak terlihat orang yang sedari tadi wajah nya layu, kini sudah mulai cerah kembali. Bagaikan langit yang baru saja melepas mendungnya. Sangat berselang beberapa menit setelah kami tiba di gubuk kecil tempat ku berteduh, dan rasanya kak Aseb pun nampak mulai tenang kembali. Aku langsung saja memecah keheningan yang juga ku buat sendiri selama beberapa detik itu. Memang niat ku adalah untuk menanyakan kenapa aku ada disini, dan dimana orang yang melahirkan ku. Atau aku berasal dari daerah mana. Sangat tidak mungkin aku jatuh dari langit. Dan akhir  nya aku menemukan sesuatu yang baru lagi dibalik wajah seseorang yang ku anggap sebagai orang tua ku secara diam-diam itu. Namun kali ini bukan karena ia kelaparan. Ada setitik keraguan yang seperti nya sangat sulit untuk dia lepas dari tenggorokan nya. Atau dia seperti terlilit jaring laba-laba di sebagian wajah nya, sehingga dia sangat begitu kesulitan untuk melepaskan. Aku pun mencoba meyakini orang yang tengah kegugupan itu. Aku mencoba menarik kembali kejantanan nya supaya aku lekas menemukan pintu dari pertanyaan-pertanyaan hati ku.
“aku tidak tahu siapa orang tua mu. Aku hanya menemukan mu di selokan dekat terminal itu. Saat itu aku juga masih agak kecil. Yang mengambil mu dari selokan adalah Bu Mira. Tapi beliau kini sudah ditahan di kantor polisi. Dia dituduh seorang pencopet. Padahal Bu Mira itu sangat baik. Nah, sejak itu pula aku mencoba mencarikan mu makan bersama teman-teman yang lain agar kamu bisa bertahan hidup.” Seperti ada air kesucian yang tergenang di kedua kelopak matanya. Ada kesedihan yang begitu mendalam dari seorang anak jalanan itu. Dan mulai saat ini alu mulai sadar bahwa aku adalah anak jalanan. Sama seperti mereka yang sudah setia menemani ku hingga aku dewasa seperti ini. Mulai sekarang aku mulai sadar bahwa kalian lah orang tua ku. Hatiku kembali berbisik perlahan mengiringi denyut nadi ku yang mulai terhenti. Sekarang aku mulai berfikir lagi kenapa aku dibuang? Tentu ini adalah pertanyaan tersulit untuk dijawab oleh nalar ku sendiri. Aku hanya bisa merenungi nasib yang kini menjadi selimut bagi ku. Apakah aku tidak layak menjadi mausia yang bisa mencicipi kasih sayang dari kedua orang tua ku. Aku sangat membutuh kan mereka.



Bu..
Aku mencari sosok mu yang membaja.
Dimana itu aku tak tahu,
Jejak nafas pun derap  jantung
Ku semai hanya tuk  pelukan mu
;entah kapan
Aku tak merasakan.

Samakah ibu, dengan sejuk embun pagi itu?.

Selasa, 02 Desember 2014

Tugas Makalah

KATA PENGNTAR
Puji syukur semoga tetap terpanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat serta hidayahnya sehinga saya bisa menyelesaikan tugas ini. Makalah ini merupkan tugas dari Pengantar Hukum Indonesia, dengan rampungnya makalahh ini tidak terlepas dari dari bantuan beberapa pihak yang telah memberikan masukan dalam rangka demi kerampungan makalah ini.
Namun penulis juga menyadari akann banyakya kekurangan dalri makalah ini, baik dari materi atau penyajiannya, mengingat masih banyaknya kekurangan dalam pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat harapkan.


Jogakarta, 30 Desember 2014

Penulis











DAFTAR ISI
Kata pengantar 1
Daftar isi 2
BAB.I
Pendahuluan 3
1. Latar belakang 3
2. Rumusan masalah 3
3. Tujuan 4
4. Manfaat 4
Bab.II
1. Pembahasan 5
2. Pengertian tenaga kerja 5
3. Fungsi hukum penegakan ketenagakerjaan 5
4. Hak-hak tenaga kerja 8
5. Dampak rendahnya tenaga kerja 11
6. Yang Di Capai Dari Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja 11
Bab.III
1. Penutup 13
2. Kesimpulan 13
3. Saran   14
Daftar pustaka   15




BAB. I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Di dalam keadaan Negara berkembang seperti Indonesia memiliki angka tingkat pengangguran yang sangat tinggi.Hal ini terjadi karena ukuran sektor informal yang dimiliki masih cukup besar sebagai salah satu lapangan kerja bagi tenaga kerja tidak terdidik. Sektor informal tersebut dianggap sebagai salah satu sumber masalah bagi pengangguran.
Mengingat masih tingginya singgungan terhadap masalah ketenaga kerjaan di Indonesa sudah menduduki pada tingkatan yang sangat memprihatinkan sekali dibuktikan dengan banyaknya pengangguran dan setengah penganggur yang masih sangat besar,penghasilan atau pendapatan yang masih jauh dari kesempurnaan dan ketidak merataannya.Juga sebalinya adanya pengagguran dan setengah penganggur ini menjadikan penggemukan terhadap potensi-potensi yang ada, dan tentunya hal yang demikian akan menjadi beban bagi banyak masyarakat,akan menjadi sumber utama penderitaan kemiskinan pula dapat meningkatkan tingkat kemelaratan dan kesengsaraan social masyarakat, terjadinya kriminal dan juga akan berpengaruh pada terhambatnya pembangunan jangka panjang dalam keorganisasia Negara.
2. Rumusan Masalah
maka berdasarkan atas latar belakang di atas rumusan masalahnya yaitu sebagai berikut :
1. Apa pengertian yang sebenarnya dari tenaga kerja ?
2. Apa fungsi aturan atauhukum ketenagakerjaan ?
3. Apa saja hak-hak yang dimiliki oleh para pekerja ?
4. Bagaimana dampak yang akan dirasa dari rendahnya kualitas tenaga kerja ?
5. Bagaimana uaha yang di capai dari peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia ?




3. Tujuan
Berdasar dari rumusan permasalahan di atas maka memiliki tujuan sebagaai berikut :
1. Untuk mengetahui arti sebenarnya dari tenaga kerja
2. Untuk mengetahui fungsi penegakan hukum ketenagakerjaan
3. Untuk mengetahui hak-hak bagi tenaga kerja
4. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat rendahnya kualitas tenaga kerja
5. Untuk mengetahui usaha-usaha yang dilakukan untuk peningkatan kualitas ketenaga kerjaan
4. Manfaat
Dengan makalah ini yang diharapkan adalah dapat memberi manfaat sebagai berikut :
1. Makalah ini diharapkan menjadi upaya penginformasian bagi masyarakat umumnya dan bagi para tenaga kerja secara khusus.
2. Dapat memberikan informasi ilmiah bagi kalangan pekerja dan instansi terkait tentang ketenagakerjaan.











BAB. II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Tenaga Kerja
Pasal 1 angka 15 UU no.13 th. 2003 disebutkan bahwa :
1. Hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja atau buruh berdasarkan perjanjian kerja yang mempunyai unsur-unsur pekerjaan , upah dan perintah,
2. Hubungan kerja adalah suatu hubungan pengusaha dan pekerja yang timbul dari perjanjian kerja yang diadakan untuk waktu tertentu namun waktu yangtidak tertentu.
Tenaga kerja adalah penduduk yang siap melakukan pekerjaan, penduduk yang telah memasuki usia kerja (working age population), dan yang dikatakan angkatan kerja adalah penduduk yang sudah memasuki usia 15 tahun ke atas. Adapun susunan penduduk menurut usianya dikelompokkan sebagai berikut :
1. Penduduk yang berada pada usia produktif adalah yang berusia 15-65 tahun.
2. Penduduk yang sudah tidak produktif, tidak panntas menjadi pekerja adalah penduduk yang berada pada usia 14 tahun ke bawah.
3. Adapun juga penduduk yang dikatakan tidak produktif adalah penduduk yang sudah berusia 65 tahun ke atas.
Melihat dari pengelompokan penduduk di atas yang masuk pada kategori tenaga kerja adalah penduduk yang berada pada usia produktif yang masih memiliki kemampuan tenaga untuk bekerja.

2. Fungsi Penegakan Hukum Ketenagakerjaan
Hukum ketenaga kerjaan dapat diartiakan sebagai sebuahh aturan yang mengatur ketenagakerjaan baik itu sudah bekerja atau masih belum bekerja sama sekali. Sedangkan Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
Menurut Profesor Mochtar kusumaatmadja, fungsi hukum itu adalah sebagai sarana pembaharuan masyarakat. Dalam rangka pembangunan, yang dimaksud dengan sara pembaharuan itu adalah sebagai penyalur arah kegiatan manusia ke arah yang diharapkan oleh pembangunan. Seperti hal nya aturan penegakan-penegakan hukum yang lain, aturan dari hukum ketenaga kerjaan memiliki funngsi untuk sebagaimana meluruskan alur-alur permasalahan dalam dunia kerja yang masih terjal guna untuk meningkatkan kesejahteraan sebagaimana yang ada pada tujuan pembangunan tenaga kerja.
Pembangunan dari ketenagakrjaan adalah sebagai sala satu upaya dalam mewujudkann pembangunan nasional guna mengarahkan dan mengawasi kegiatan yang ada hubungannnya dengan ketenagakerjaan sehingga tercipta sebuah keadilan didalamnya. Pengaturan, pembinaan, dan pengawasan yang dilakukan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku di bidang ketenagakerjaan itu harus memadai dan sesuai dengan laju perkembangan pembangunan yang semakin pesat sehingga dapat mengantisipasi tuntutan perencanaan tenaga kerja, pembinaan hubungan industrial dan peningkatan perlindungan tenaga kerja.
Masalah yang terjadi di Negara Indonesia pada saat ini adalah sangat banyaknya angka pengangguran dan mininya lapangan kerja yang ada. Masalah tersebut menghadirkan implikasi buruk dalam pembangunan hukum di Indonesia, dan bila ditelusuri lebih jauh bahwa akar dari semua masalah itu adalah karena ketidakjelasan politik ketenagakerjaan nasional. Sekalipun dasar-dasar konstitusi UUD 1945 khususnya pasal 27 dan pasal 34 telah memberikan amanat yang cukup jelas bagaimana seharusnya negara memberikan perlindungan terhadap buruh/pekerja. Akan tetapi hal yang demikian seakan tak berguna dan tidak berfungsi untuk kesejahteraan para buruh. Mengandalkan terus-menerus industri ke sektor padat karya manufaktur, akan hanya membuat buruh Indonesia seperti hidup seperti dalam ancaman bom waktu. Rentannya hubungan kerja akibat buruknya kondisi kerja, upah rendah. Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) semena-mena dan perlindungan hukum yang tidak memadai, sebenarnya adalah sebuah awal munculnya rasa ketidakadilan dan potensi munculnya kekerasan. Usaha keras dan pembenahan radikal harus dilakukan untuk menambah percepatan investor baru.
Sangat sedikitnya perlindungan hukum terhadap ketenaga kerjaan inilah yang membuat salah satu terjadinya masalah dalam ketenaga kerjaan. Adapun juga masalah rendahnya upah ketenaga kerjaan yang seakan menjadi momok menakutkan ketika kita melihat masala ketenaga kerjaan. MeIalui undang-undang ketenagakerjaan seharusnya para pekerja akan terlindungi secara hukum, mulai dari jaminan negara memberikan pekerjaan yang layak, melindunginya di tempat kerja (kesehatan dan keselamatan kerja dan upah layak) sampai dengan pemberian jaminan sosial setelah pensiun.Negara Indonesia yang katanya adalah Negara hukum dengan diatur ole Undang-Undang 1945 yang berbunyi demikian. Sebagai negara hukum segala aspek kehidupan bangsa Indonesia diatur oleh hukum termasuk dalam hubungan industrial yang menyangkut tenaga kerja. Pengaturan ini demi terpenuhinya hak para tenaga kerja agar tidak terjadi eksploitasi dan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia tenaga kerja.
         Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1997 tentang ketenagakerjaan, yang dimaksud dengan ketenagakerjaan itu sendiri adalah segala hal yangberhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja.
         Hukum ketenagakerjaan menurut Imam Soepomo diartikan sebagai himpunan peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis yang berkenaan dengan kejadian dimana seseorang bekerja pada orang lain dengan menerima upah.
Pengertian itu identik dengan pengertian hukum perburuhan. Ruang lingkup hukum ketegakerjaan saya lebih luas dari pada hukum perburuhan. Hukum ketenagakerjaan dalam arti luas tidak hanya meliputi hubungan kerja dimana pekerjaan dilakukan di bawah pimpinan pengusaha, tetapi juga pekerjaan yang dilakukan oleh swapekerja yang melakukan pekerjaan atas tanggung jawab dan resiko sendiri. Di Indonesia pengaturan tentang ketenagakerjaan diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Disebutkan dalam Undang-Undang tersebut, hukum ketenagakerjaan ialah himpunan peraturanmengenai segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
Tujuan dari hukum ketenagakerjaan itu sendiri ialah sebagai berikut :
1. Mewujudkan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.
2. Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja.
3. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya.
Sumber hukum ketenagakerjaan antara lain :
1. Peraturan perundang-undangan,
2. Kebiasaan,
3. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial,
4. Traktat.
Perjanjian, terdiri atas perjanjian kerja, perjanjian kerja bersama, dan perjanjian perusahaan.Sifat hukum ketenagakerjaan sendiri dapat privat maupun publik. Privat dalam arti bahwa hukum ketenagakerjaan mengatur hubungan antara orang dengan orang atau badan hukum, yang dimaksudkan di sini ialah antara pekerja dengan pengusaha. Namun, hukum ketenagakerjaan juga bersifat publik, yaitu Negara campur tangan dalam hubungan kerja dengan membuat peraturan perundang-undangan yang bersifat memaksa tujunnya untuk melindungi tenaga kerja dengan membatasi kebebasan berkontrak.

3. Hak-hak Tenaga Kerja
Hubungan kerja terjadi sebab adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja/buruh. Perjanjian kerja bisa dibuat secara tertulis atau lisan. Perjanjian kerja yang dipersyaratkan secara tertulis dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. Perjanjian kerja dibuat atas dasar :
a.   kesepakatan kedua belah pihak;
b.   kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum;
c.   adanya pekerjaan yang diperjanjikan; dan
d.   pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, dan peraturan perundang undangan yang berlaku.
Perjanjian kerja yang dibuat oleh para pihak yang bertentangan dengan ketentuan dapat dibatalkan. Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas :
1. keselamatan dan kesehatan kerja;
2. moral dan kesusilaan; dan
3. perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.
Guna menjamin keselamatan pekerja dan kesehatan pekerja, juga meningkatkan prodiktifitas para pekerja. Perlindungan sebagaimana dimaksud dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Untuk mewujudkan penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan maka pemerintah menetapkan kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja/buruh. Kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja/buruh tersebut meliputi :
a.   Upah minimum;
b.   Upah kerja lembur;
c.   Upah tidak masuk kerja karena berhalangan;
d.   Upah tidak masuk kerja karena melakukan kegiatan lain di luar    pekerjaannya;
e.   Upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerjanya;
f.    Bentuk dan cara pembayaran upah;
g.   Denda dan potongan upah;
h.   Hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah;
i.    Struktur dan skala pengupahan yang proporsional;
j.    Upah untuk pembayaran pesangon; dan
k.   Upah untuk perhitungan pajak penghasilan.
Hukum ketenagakerjaan yang berperan mengatur kebijakan hubungan kerja, selain pengaturannya melalui peraturan perundang-undangan terbit pula melalui bentuk peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, dan perjanjian kerja.Pada dasarnya ketentuan hukum ini, berlandaskan pada asas kepastian, keadilan,  manfaat, keseimbangan kepentingan, musyawarah-mufakat, serta persamaan kedudukan dalam hukum. Asas-asas ini mempunyai nilai sebagai cita hukum ketenagakerjaan dalam memberikan landasan bagi perlindungan dan penegakan hukum bidang ketenagakerjaan.
Hak dan perlindungan hukum bagi pekerja yang bersumber dari Undang-Undang No.13Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, antara lain (aspek hukum) :
1. Hak dan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja,
2. Hak dan perlindungan kesejahteraan (Jamsostek),
3. Hak dan perlindungan kebebasan berserikat,
4. Hak dan perlindungan pemutusan hubungan kerja terselubung atau sepihak,
5. Hak dan perlindungan pengupahan,
6. Hak dan perlindungan waktu kerja (meliputi : kerja lembur),
7. Hak dan perlindungan kepentingan ibadah, melahirkan, haid, cuti tahunan, istirahat antara jam kerja, istirahat mingguan, dan lain perlindungan yang bersifat normatif.
Kewajiban pekerja, yaitu :
1. Melakukan pekerjaan bagi majikan/pengusaha dan perusahaan tempat bekerja.
2. Mematuhi peraturan pemerintah.
3. Mematuhi peraturan perjanjian kerja.
4. Mematuhi peraturan Kesepakatan Bersama (SKB) perjanjian perburuhan.
5. Mematuhi peraturan-peraturan majikan.
6. Menjaga rahasia perusahaan.
7. Memakai perlengkapan bagi keselamatan kerja.
Bagi buruh putusanya hubungan kerja berarti permulaan masa pengangguran dengan segala akibatnya, sehingga untuk menjamin kepastian dan ketentraman hidup kaum buruh seharusnya pemutusan hubungan kerja ini tidak terjadi. Karena itulah pemerintah mengundangkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1964 yang dalam pasal 1 ayat (1) secara tegas menyatakan bahwa: “ Pengusha harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja jika setelah usaha dilakukan pemutusan hubungan kerja tetap tidak dapat dihindarkan, majikan harus merundingkan maksudnya untuk memutuskan hubungan kerja dengan organisasi buruh yang bersangkutan atau dengan buruhnya sendiri jika buruh itu tidak menjadi anggota salah satu organisai buruh”.

4. Dampak Rendahnya Kualitas Tenaga Kerja
Rendahnya kulitas tenaga kerja di Indonesia dapat mengakibatkan banyaknya pengangguran.Pengangguran adalah penduduk usia kerja yang sedang mencari pekerjaan. Orang semacam ini merugikan negara dan secara khusus memberatkan keluarga karena kebutuhan menjadi beban atau tanggungan keluarga yang sudah bekerja. Indikator tingkat beban disebut dependency ratio (DR).

5. Yang Di Capai Dari Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja
Pada dasarnya ada beberapa upaya peningkatan kualitas kerja, antara lain sebagai berikut:
1.   Magang di suatu lembaga-lembaga atau instansi pemerintah maupun   swasta.
2.   Pelatihan-pelatihan atau job training agar mempunyai kesempatan kerja yang baik.
3.   Belajar di BLK (Balai Latihan Kerja) di suatu daerah atau kota.
4.   Kursus-kursus keterampilan.
5.   Penataran dan seminar atau lokakarya.
6.   Menekuni ilmu yang dipelajari untuk meningkatkan kualitas diri dengan  menekuni bidang yang diminati.
7.   Meningkatkan tenaga kerja terampil dengan meningkatkan pendidikanformal maupun informal bagi setiap penduduk.
8.   Mengintensifkan pekerjaan di daerah pedesaan yang bersifat padat karya untuk mengurangi pengangguran tenaga kerja kasar di pedesaan.
9.   Mendirikan pusat-pusat atau balai latihan kerja, untuk menyapkan tenagaterampil dan kreatif.
10. Meningkatkan transmigrasi untuk mengurangi pengangguran di daerah padat penduduk dan memeratakan tenaga kerja.
11. Industrialisasi untuk menyerap tenaga kerja.
12. Menggiatkan program keluarga berencana agar bisa mengahambat atau pertumbuhan penduduk dan untuk mengendalikan banyaknya tenaga kerja.
13. Mengadakan proyek SP3 untuk menyerap lulusan perguruan tinggi yang diharapkan jadi pelopor pembangunan dan pembaharuan di pedesaan. SP3 singkatan dari Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan.
14. Mendorong pembangunan di daerah pedesaan untuk bisa menyerap tenaga   kerja di pedesaan.
15. Penyediaan dana kredit secara lebih meluas dan merata bagi peningkatan  kegiatan produksi padat karya.
16. Tingkat kurs devisa yang realistis dan memberikan intensif bagi peningkatanekspor.
17. Pengeluaran pemerintah ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja produktif sebanyak mungkin.
18. Pendidikan umum melalui pendidikan formal guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
19. Kursus-kursus keterampilan, baik yang dilaksanakan pemerintah atau  masyarakat.
20. Pelatihan pendidikan
21. Penataran-penataran, seminar, lokakarya.
22. Meningkatkan kegiatan pembangunan yang banyak diserap tenaga kerjadan mendirikan industri di daerah.
23. Wajib belajar 9 tahun.
24. Mencanangkan gerakan orang tua asuh.
25. Memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi.











BAB. III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dalam pembahasan, dapat disimpulkan bahwa:
a).   Tenaga kerja (manpower) adalah penduduk dalam usia kerja (berusia 15 -65 tahun) yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa. Sebelum tahun 2000, Indonesia menggunakan patokan seluruh penduduk berusia 10 tahun ke atas (lihat hasil Sensus Penduduk 1971, 1980 dan 1990). Namun sejak Sensus Penduduk 2000 dan sesuai dengan ketentuan internasional, tenaga kerja adalah penduduk yang berusia 15-65 tahun.
b).   Pengangguran adalah seseorang yang tidak atau sedang mencaripekerjaan. Kebanyakan pemgangguran terjadi karena kurangnya kualitasketerampilan yang dimiliki oleh penduduk sehingga mereka tidak dapat bekerja.
c).   Faktor yang mempengaruhi kualitas penduduk diantaranya:
1.   Tingkat pendidikan penduduk
Pendidikan merupakan modal dasar dalam mengembangkan kemampuan intelektual seseorang. Melalui pendidikan seseorang akan mampu meningkatkan kemampuan kognitif, efektif, dan psikomotoriknya.
2.   Tingkat kesehatan penduduk
Kesehatan merupakan harta yang tak ternilai dan merupakan modal berharga bagi seseorang untuk memulai aktifitasnya.
3.   Tingkat kesejahteraan penduduk
Pencapain kesejahteraan merupakan arah cita-cita setiapmanusia yang ditandai dengan terpenuhinykebutuhan pangan, sandangdan papan. Masyarakatyang telah sejahtrera merupakan cita-cita pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.


2. Saran
Untuk terciptanya tenaga kerja yang berkualitas pemerintah supaya lebih memperhatikan masyarakat, misalkan :
1). Lebih mengoptimalkan program Belajar 9 tahun karena kebanyakan   pengangguran terjadi disebabkan pendidikannya rendah/hanya lulus sampai SD.
2). Memberikan bantuan kepada anak yang tidak mampu misalkan memberikan beasiswa.


















DAFTAR PUSTAKA
- Benggolo. A., Tanpa tahun, Tenaga Kerja dan Pembangunan, yayasan Jasa Karya, Jakarta.
- Manulang, SH., 1995, Pokok-Pokok Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia, Rineka Cipta, Jakarta, Cetakan kedua.
- Zainal, Asikin. 2006, Dasar-Dasar Hukum Perburuhan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
-  C.S.T Kansil, 1995, Hukum Perusahaan Indonesia, PT. Pradnya, Jakarta.
-  Yusuf Sofie, 2000, Perlindungan Konsumen dan Instrumen-Instrumen Hukumnya,PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.
-     Sudaryatmo, 1999, Hukum dan Advokasi Konsumen, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.
-     UUD 1945.
-     Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
Searching web :
-     www.studyhukum.wordpress.com. diakses pada tanggal 28 April 2014 Pukul :          20.00 WITA
-     www.jurnalhukum.com diakses pada tanggal 28 April 2014 Pukul : 20.00 WITA

Selasa, 25 November 2014

Perjalanan

ada sepi yang ku temui dalam perjalanan.
seketika lambung mulai kembung pun kubuang saja isi tubuh.
;ini salah tempat
aku menjalar hingga ke dada bus.

perjalanana terus berlalu menelusuri tubuh malam nan pekik
ribuan macam kendaraan lalu lalang
seperti gerombolan semut. aku meniknati lemah yang tak berdaya

anatara jogja dan madura, aku lelah.
waktu berjalan dengan lamban setianya
aku jua berlari meski ku pinta cepat.
padahal rindu menggemuruh laut lombang madura.
kian senyum Ibu mewajah dalam mata
melambailambai menyuruh ku lekas sampai.
oh, perjalanan ini ??

Pernikahan mu

angin memberiku kabar dari balik gagang telepon
tentang acara pernikahan di seberang pulau.
luka diamdiam merobek tabir hati yang sudah layu dan sepi.

liuk jalanan membentuk tanda tanya
menanyakan lukaku, kenapa hujan tak sama rasa dengan air mata?
sebab yang aku rasa kalah dan tak kuasa karena kecewa.

sebelum kau masuk kamar menggandeng lengan suami mu,
justru aku bergegas merangkul knangan merapikan sisa rasa dalam jiwa.
kau bersanding bahagia, aku memeluk luka.

kabar pernikahan merangsang pada ujung ke-irian.
diam pun tetap gemuruh menggoyahkan iman aku,
demikian aku marahai waktu ;kenapa begitu lamban membawa tubuh kakuku?.
Sekian berada dalam jajaran pecandu nafsu,
tunggu di empat tahun lagi, akan ku bantai juga bahagia mu dengan bahagia ku.

HAYALAN 01

Ribuan hari ku putar dengan tusukan kaoka.
sajadah ngampar menjadi pelapis antara lantai dan punggungku bersila.
entah apa yang didapat dari bayangan malam gelap ?
disana mimpiku tentang mu menarinari, layaknya penampilan tandhe' pada acara mantenan.
lalu ku salami sekian kenyataan ;wanita adalah dirimu.
pencipta mimpi menyakitkan hati lakilaki
sampai semua menjadi bersih seperti tak pernah terjadi.


berkian hari menjadi pendiam. rasa ku simpan diantara lokanlokan.
walau terkadang hati menyemai lagi tentang wanita,
ku tumbangkan saja tak perduli. biar lara rajai hati, sepi.
tapi lakilaki ini yang akan mmbunuh dengan puisi.
;semua hanyalah hayalan yang tingkatannya jauh dari para dewa.

Di Desa

di desa,
tidak ku temui pesta
atau gedung menjulang yang membuat manusia sesak berudara
sawahsawah hijau luas beserta mahkota pohon beragam.

di desa,
tidak ada kereta
terbebas polusi rumah berkaca yang membuat para manusia
terbakar nerakanya dunia. teduhan desa tak dapat ditukar dengan AC di kantor
kota. Iya !!

di desa,
orangorang bertegur sapa menjaga solidaritas
mengenali satu dan yang lain. tapi tidak di kota, mau kencing bayar,
minum kopi bayar, ingin apa saja bayaran terdahulu. manusia kota manusia kertas rupiah.

Minggu, 16 November 2014

Pelajaran Tentang Takdir

Takdir sama halnya dengan pemerkosaan
jika tak kuasa memberontak
maka nikmatilah.
;pilihan tuhan

Warisan Wanita "Tak Percaya"

Lalu pelangi itu pudar
                        setelah langit kelabu dalam mata ku
menghalang pandang menjadi buta tentang wanita.
                       ;mengajakmu jalanjalan makanmakan.
tiba saja tubuh ku menjadi gurun di padang lumut
                     kaku kering tapi bernafas.
memimpikan hendak kembali lembab?


sudah lama aku bosan dengan irama bioristik.
biar saja menjadi sejarah
akan kucicipi apapun rasanya.
padahal sudah ku bilang
;akan lingkari jemari mu dengan puisi ku.
tapi keyakinan masih remang di wajah mu
aku tahu itu.

Elegi Lukaku



Tak jua sembuh luka ini
seketika samuraimu mengupas sebagian dada terdalam
                             ;pada luka yang sama

senja yang jingga
          merah seperti bibir mu.
Sejenak mengenang puisi yang kau abaikan
layu dan kaku tubuh ku
mulut pun bisu.

manis lidah mu,
dikulum seperti manisan kennong
tibatiba saja tersentak hatiku telah mati karena keracunan.
maut menjelma
                                    menjadi wanita.
dan nyawa ku tersisah satu dua dalam dada.

kalau aku hanya anak bhuntek
lalu kau abaikan,
kau bakar menjadi penghangat dalam dingin mu saja?
Mata ku buta memandang luka

langkah nafas yang tersisa
pada terjal kehidupan,
licin air mata ku tak perduli.
Lantas, bukan yusuf atau sulaiman
tak lebih dari gurindam lusuh
ingin dilihat meski tak dibaca.

Tegas

Rabu, 29 Oktober 2014

LUKA BANGSA

Mengalir air mata di tepi negeri ini
lantaran sumpahnya ;pemuda tak berjiwa.
belum juga ada yang nyata,
walau katanya telah berakhir tariantarian diatas darah
dan berlari mengecup sisa bendera.

jika langkah tak cukup sekedar derap,
perjelaskan saja bagi mereka.
lihatlah kedarat
kelaut kepulau, nun jauh disana
lambaian tangan bangsa mengajak penguasa
berderita sama dengannya.

tumpah jiwa raga menjadi ombak
menjadi badai
terumbu karang Indonesia retak,
badai datang karam pemuda
perahunya hilang dalam air mata.
kamilah bangsa yang ingin merdeka.


Yogyakarta 28


Senin, 27 Oktober 2014

Untuk Ibu

Ibu. Maaf bila aku kembali menanam rukam lebih legam didadamu.
Serta melubangi bendungan air matamu yang baru.
sampai hatimu terluka, jiwamu merapuh dan anganmu sirna.

Ibu. Tengadah tanganku menadahi maaf mu agar mengaliri dosadosaku.
sebab telah berlumut dan sulit ku cuci dengan air mata.
dari air susu Ibu lah aku menjadi pecandu doadoa.

Duh ibu,
kemarilah masuk kebalik detak jantungku. bersemayam dalam keinginanku.
biar kau tahu dibalik semua kelukaanku terpahat nama Ibu yang akan ku bahagiakan paling dahulu.




Jogja 27 Mei 2014

Selasa, 14 Oktober 2014

Derap langkah


Bila sejenak ku renungkan,
Kita hanya makhluk dan jalang
malah diantaranya berlari
mendaki sesobek kertas
adalah potret masa depan?
ku biarkan ;tannya
doa terus membadai/i dada.

Bila sejenak ku renungkan,
Kita adalah embanan bangsa
Menyadang sekaligus membawanya sempurna,
lantaran kita yang terlahir dari pulau
dan tersusu oleh asin laut.
;jadilah manusia bermoral

Bila sejenak ku renungkan,
Kita hidup untuk bangsa.!!
Ku pecut biru laut nusantara
menumpah air sejahtera
harap tak lagi ada yang terjajah.

;ini harap ku.


Minggu, 12 Oktober 2014

Bagimu


Vie..
sedih adalah tentang kamu
yang tak terelakan dengan doa,
sekalipun darah berhenti di tubuh
pun gerilyawan terpenggal lehernya
itu aku dengan kekar menahan senyum nanar.

vie..
bahagia itu karena kamu,
pelepas rasa lahap meneguk kecewa.
jika telah datang tetes air keabadian kelopak mata.
Telanlah, agar tuhan tdak murka,
Kelak bahagia pasti milik kita.

vie..
Dan masih tentang malam,
saat pendar wajah rembulan hilang
datang di hatiku lilin purnamamu.
layaknya ruang tak berpintu
di dalamnya, kau berbisik memanjaku
mengajak mendaki tebing surgawi..
merebah penat bersama di pangkuan waktu.
Andai,


CATATAN AGUSTUS

vie,
:laut sekaligus dadamu menelan jantan dari ku
tertunduk di hadapan kasih pujangga.
Walau, kau maisih sekedar cerita
Dan hidup dari nafas yang berbeda.
tapi bukan dengan birunya hati.

vie,
tak cukup sekedar rindu saja. Agustus ini adalah cakar mu yg telah mencabik keutuhan rasa. pun kau masih beku begitu saja, mengeja gejolak ini.
;kapan?

vie,
sekali lagi ini sudah Agustus yang kau ikhlaskan,
tentang laut akan mengaram perahu-perahu kesedihan di hati ku.
Kemudian sesekali membuat kita terberai,
karena ini bukan yang ingin aku kenal.
Cinta adalah sebidang sejarah tak ter-asa tanpa rasa Vie.


Bermimpilah sebelum mimpi menutup hatinya.

PERTEMUAN

Selepas percumbuan mataku dan matamu
Menetas rindu bertalu-talu.
Itu lah tanda, betapa detak jantung yang kau setubuhi diam-diam,
perlahan aku merasa jua
;belaian indah hati mu.
lalu aku berbisik pada sunyi,
bahawa telah terbang di kebiruan langit wajah mu.
Hanya sekedar itu saja.

#Batang-batang 17


BULAN SEBELAS HUJAN DERAS

Saat sembilu cahaya mentari menyayat hati
Hingga luka bernana kerinduan pada setiap tetesnya
Mengalir pada imaji-imaji kepalsuan.
Sore itu aku masih ingin bertandang pada pelukan-pelukan awan. Untuk sekedar melepas penat di wajah musim. Haus akan hujan yang lama tidak turun pada bumi yang gersang ini. Lelaki dengan tubuh yang kekar masih saja terlihat menimba air di sumur yang hanya tersisa sedikit air di dalamnya. Memang begitu ngilu batin ini terasa, ketika merasakan kemarau yang begitu panjang melanda masyarakat di Desa Tamidung dan sekitarnya ini. Hingga kini masih tak usai perjamuan kami dengan kemarau, sampai terasa banyak keluhan masyarakat terhadap matinya sumber-sumber air di desa Tamidung. Hingga terasa betapa pekik kerinduan ini terhadap air hujan.
“Man, tolong ambilin Emak air ya?” pinta Emak padaku yang sedih memikirkan masyarakat sekitar yang sangat kekurangan air.
“Iya Mak, tapi kemana Parman harus mencari air sedangkan sumur-sumur di desa kami sudah banyak yang mati sumbernya.” Jawabku pada Emak.
“Iya emak sangat butuh Man, Emak mau sholat mau ngambil wudhu’..” Dengan wajah memelas dan wajah yang tampak sedikit kecewa terlihat jelas di wajah Emak.
“Iya mak, tenang saja Parman pasti akan usahakan untuk mencari air buat Emak.” Aku berusaha menghapus kekecewaan di wajah emak.
“Iya sudah sana kamu berangkat.” Perintah pun telah dikumandangkan si Emak, orang yang aku segani dan aku hargai keberadaan dan ketiadaannya itu.
“Iya mak..” Aku menjawab dengan singkat pada Emak. Aku berangkat dengan membawa ember kecil sebagai alat untuk menimba air yang berada di dalam sumur dan gembreng sebagai wadah air saat di bawa mau apulang dari sumur kerumah nanti. Aku berjalan terus dan kuhampiri beberapa sumur di desaku ini. Tapi ternyata sudah habis tanpa sisa setengah liter pun di dalam sumur-sumur yang ku hampiri itu. Hingga aku berjalan skitar 5km, aku baru menemukan air yang tergenang di dalam sumur yang sudah tua . Yaitu sumur Manjalin yang jaraknya kurang lebi 5km dari tempatku di Kampung Mojung. Ku ambil air itu dengan penuh semangat demi orang tuaku. Lalu kubawa pulag dengan keringat yang membasahi tubuhku sepanjang perjalanan pulang dan berangkatku. Setibanya di rumah, ku jumpai emak telah siap menjemput aku yang tengah membawa air, dan aku persembahkan air yang kubawa dari sumur untuk Emak tersayang.

“Mak ini airnya.” Ku sapa terlebih dahulu Emakku yang terlihat tesenyum menyambut kedatanganku itu.
“Iya Man, kok lama banget. Memangnya kamu ngambil air dimana?.” Kata emak padaku sembai menyambut air yang ku bawa.
“Ohh.. Ini Parman tadi mengambil dari sumur manjalin di Kampung Mojung Mak.” Jawabku pada pertanyaan emak.
“Apa?? Jauh banget kamu mencari air kalau sampek ke Kampung Mojung.” Kata emak sedikit kagum terhadap usahaku mendapatkan air.
“Iya sudah mak, buat Parman itu tidak terlalu jauh kok.” Aku berkata sambil memulai duduk manisku di kursi bambu.

“Iya sudah, mending kamu istirahat saja dulu sana ya nak, pasti kamu capek kan..?” Emak menyuruhku untuk istirahat sejenak agar aku melepaskan penat yang menggeluti. Waktu berjalan sesuai aturan dan hari pun kini telah semakin siang. Ku mencari tempat yang aman dan sejuk untuk istirahat di bawah pohon mangga yang daunnya sudah mulai runtuh satu persatu, sebab akarnya sudah lama tak menyerap air.
Hujan kau hadir begitu indah di dalam mataku. Aku yang sangat bernafsu pada tetesmu yang telanjang tanpa warnah itu. Hingga istisqa kamidirikan di sepanjang hutan yang terlihat layu dan tanah yang gersang kerontang menjadi tempat permintaan kami pada Allah untuk supaya menurunkan air hujan dri istisqa yang kami dirikan itu. Memang pada musim ini kemarau begitu panjang melanda Desa Tamidung dan sekitarnya. Hingga kami tak tahu harus bagaimana lagi untuk menahan terik panas matahari yang semakin hari terasa memebakar ubun-ubun. Mungkinkah ini adalah sebuah gambaran akan panasnya api neraka yang disediakan untuk manusia-manusia berdosa. Tak jauh dari tempat peristirahatanku, ku dapati seorang laki-laki tua berjalan di atas bumi yang merekah kerontang sebab cahaya matahari terlalu panas. Dengan keringat yang bercucuran di setiap langkahnya, betapa aku merasa iba padanya sebab sulit kudapati seorang laki-laki se usianya masih terlihat bernafsu untuk mencari air, demi memeberikan sebuah kesegaran pada setiap tenggorokan keluarganya.
“Pak Amir dimana mendapatkan air.?” Ku mencoba menyapanya hingga harus menambah lelah dan letih pada setiap gerak bibirnya.
“Ooh, ini saya dapatkan dari Sumur Cangkreng nak, kalau nak Parmana ingin menambil air juga. Cepetan nanti kalau telat bisa-bisa harus menunggu dulu.” Jawabnya begitu tegas atas setiap jawabanku yang tidak sesuai dngan perasaan ketidak sanggupannya membawa air. Itulah rahasia yang kudapati dari raut laki-laki tua itu.
“iya pak Amir tenang saja saya akan segera berangkat. Dan makasih pula sebelumnya..?” Jawabku lemah lembut pada pak Amir. Kulihat dia melangkah dari hadapanku dengan gembreng yang tersandang di pundaknya berayun-ayun mengikuti gerak tubuh Pak Amir. Semakin lama semakin jauh terlihat hingga kemudian menghilang dari kekuatan pandangan mataku. Lalu ku ambil gembreng dan ember yang sudah ku buatkan tali pada tangkainya sebagai alat untuk membawa air. Ku langkahakan kaki di bawah panasnya cahaya mentari dan bumi yang terlihat kering dan kasar ku pijaki dengan penuh semangat untuk mendapatkan air, Sampai di Sumur Cangkreng.
Doaku-dan doa masyarakat sepertinya akan terkabulkan oleh yang Maha Kuasa. Ku lihat segumpal awan yang menghitam dari arah barat desaku. Bergerak ketimur dengan desiran angin yang mencipta senyum pada setiap bibir kerinduan masyarakat akan air hujan. Dan memang apa yang di tunggu-tunggu diriku dan masyarakat tentunya. Tepat dibulan sebelas hujan turun begitu deras. Hingga syukur jua ku panjatkan pada-Nya, ku selipakan di setiap tetes yang membuatku tersenyum dan lalu menangis sebab bahagia menyambut tetes air hujan ini. Dan kini masyarakat tidak akan jauh-jauh lagi untuk mencari air karena sebentar lagi air di sumur-sumur dekat rumahku akan segera terisi.
“Man kamu sekarang tidak usah bersusah payah lagi mencari air, karena sebentar lagi sumur ini airnya akan segera menggenang.” Kata Emak padaku dengan senyum yang yang tak pernah aku dapati indahnya saat musim kemarau kemarin. Sambil mengarahkan telunjuknya ke arah sumur di sebelah rumahku.
“iya mak, pasti sekarang masyarakat bahagia sekali menyambut turunnya air hujan ini yang sangat deras.?” Kataku pada Emak sambil teririg senyum yang membingkai di wajahku.
“iya Man, kamu betul. Manusia itu sangat butuh terhadap air.” Kata emak padaku. Dengan nada penjelasan yang mengulas sedikit bagaimana pentingnya air. Dan itu memang sangat benar apa yang di katakan emak tadi padaku
“Ya sudah mak, Parman mau istirahat dulu ya? Sudah tidak sabar ingin merasakan AC alami dari kekayaan ala ini Mak.” Ungkapku pada Emak.
“Ya sana. Yang nyenyak tidurnya ya?” Kata Emak padaku sembari berlalu dari tempat di sampingku. Memang sangat menyenangkan dan sangat nyaman bagiku kalau tidur di saat hujan-hujan seperti ini. Hingga rasanya aku tak ingin lagi bangun untuk mencicipi sisa kemarau. Sebelum mata ku tertutup, aku mencoba merenungkan dan memikirkan tentang perkataan Emak tadi. Yaitu bagaimana pentingnya air bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Dan makhluk-makhluk yang berada di bumi ini juga butuh terhadap air, seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Sehingga kekuasaan Allah wajib kita syukuri, seperti adanya udara, air dan cahaya matahari. Itu semu telah di padukan sebaik mungkin oleh-Nya untuk memenuhi keberlangsungan hidup makhluk hidup di atmosfer bumi ini. Dan juga manusia, sebagai mana yang pada hakikatnya sangat butuh terhadap oksigen untuk kita hirup sehari-hari demi keberlangsungan hidup. Karena pada sejatinya manusia itu mampu bertahan hidup berhari-hari dengan tidak makan dan tidak minum, akan tetapi kalau sudah tidak bernafas maka di situlah puncak akhir dari kehidupan kita sebagai manusia atau makhluk penghuni bumi. Oksigen itu sangat penting bagi organ pernafasan kita. maka karenanya kalau kita tidak dapat menghirup oksigen yang di hasilkan alam selama 3-4 menit saja.Sel-sel otak kita akan mati atau rusak, dan oksigen itu bisa di hasilkan oleh air, tumbuhan, bakteri dan cahaya matahari. Atau yang sering kita dengar dengan istilah fotosintesis. Dan kita harus tahu kalau oksigen yang di hasilkan oleh fotosintesis itu sangatlah penting dan itu terdapat pada atmosfir bumi. Begitula penjelasan guru biologiku semasa duduk di bangku sekolah. Hingga rasanya mata ini sudah tak sanggup lagi menahan rasa kantuk dan kini aku terlelap di tengah irama rintik air hujan.

NAMA: WARDI

ALAMAT: TAMIDUNG BATANG-BATANG SUMENEP

No, Hp: 081939009798            

Penulis alumni

Nasy’atul Muta’allimin Gapura Sumenep