Selasa, 25 November 2014

Perjalanan

ada sepi yang ku temui dalam perjalanan.
seketika lambung mulai kembung pun kubuang saja isi tubuh.
;ini salah tempat
aku menjalar hingga ke dada bus.

perjalanana terus berlalu menelusuri tubuh malam nan pekik
ribuan macam kendaraan lalu lalang
seperti gerombolan semut. aku meniknati lemah yang tak berdaya

anatara jogja dan madura, aku lelah.
waktu berjalan dengan lamban setianya
aku jua berlari meski ku pinta cepat.
padahal rindu menggemuruh laut lombang madura.
kian senyum Ibu mewajah dalam mata
melambailambai menyuruh ku lekas sampai.
oh, perjalanan ini ??

Pernikahan mu

angin memberiku kabar dari balik gagang telepon
tentang acara pernikahan di seberang pulau.
luka diamdiam merobek tabir hati yang sudah layu dan sepi.

liuk jalanan membentuk tanda tanya
menanyakan lukaku, kenapa hujan tak sama rasa dengan air mata?
sebab yang aku rasa kalah dan tak kuasa karena kecewa.

sebelum kau masuk kamar menggandeng lengan suami mu,
justru aku bergegas merangkul knangan merapikan sisa rasa dalam jiwa.
kau bersanding bahagia, aku memeluk luka.

kabar pernikahan merangsang pada ujung ke-irian.
diam pun tetap gemuruh menggoyahkan iman aku,
demikian aku marahai waktu ;kenapa begitu lamban membawa tubuh kakuku?.
Sekian berada dalam jajaran pecandu nafsu,
tunggu di empat tahun lagi, akan ku bantai juga bahagia mu dengan bahagia ku.

HAYALAN 01

Ribuan hari ku putar dengan tusukan kaoka.
sajadah ngampar menjadi pelapis antara lantai dan punggungku bersila.
entah apa yang didapat dari bayangan malam gelap ?
disana mimpiku tentang mu menarinari, layaknya penampilan tandhe' pada acara mantenan.
lalu ku salami sekian kenyataan ;wanita adalah dirimu.
pencipta mimpi menyakitkan hati lakilaki
sampai semua menjadi bersih seperti tak pernah terjadi.


berkian hari menjadi pendiam. rasa ku simpan diantara lokanlokan.
walau terkadang hati menyemai lagi tentang wanita,
ku tumbangkan saja tak perduli. biar lara rajai hati, sepi.
tapi lakilaki ini yang akan mmbunuh dengan puisi.
;semua hanyalah hayalan yang tingkatannya jauh dari para dewa.

Di Desa

di desa,
tidak ku temui pesta
atau gedung menjulang yang membuat manusia sesak berudara
sawahsawah hijau luas beserta mahkota pohon beragam.

di desa,
tidak ada kereta
terbebas polusi rumah berkaca yang membuat para manusia
terbakar nerakanya dunia. teduhan desa tak dapat ditukar dengan AC di kantor
kota. Iya !!

di desa,
orangorang bertegur sapa menjaga solidaritas
mengenali satu dan yang lain. tapi tidak di kota, mau kencing bayar,
minum kopi bayar, ingin apa saja bayaran terdahulu. manusia kota manusia kertas rupiah.

Minggu, 16 November 2014

Pelajaran Tentang Takdir

Takdir sama halnya dengan pemerkosaan
jika tak kuasa memberontak
maka nikmatilah.
;pilihan tuhan

Warisan Wanita "Tak Percaya"

Lalu pelangi itu pudar
                        setelah langit kelabu dalam mata ku
menghalang pandang menjadi buta tentang wanita.
                       ;mengajakmu jalanjalan makanmakan.
tiba saja tubuh ku menjadi gurun di padang lumut
                     kaku kering tapi bernafas.
memimpikan hendak kembali lembab?


sudah lama aku bosan dengan irama bioristik.
biar saja menjadi sejarah
akan kucicipi apapun rasanya.
padahal sudah ku bilang
;akan lingkari jemari mu dengan puisi ku.
tapi keyakinan masih remang di wajah mu
aku tahu itu.

Elegi Lukaku



Tak jua sembuh luka ini
seketika samuraimu mengupas sebagian dada terdalam
                             ;pada luka yang sama

senja yang jingga
          merah seperti bibir mu.
Sejenak mengenang puisi yang kau abaikan
layu dan kaku tubuh ku
mulut pun bisu.

manis lidah mu,
dikulum seperti manisan kennong
tibatiba saja tersentak hatiku telah mati karena keracunan.
maut menjelma
                                    menjadi wanita.
dan nyawa ku tersisah satu dua dalam dada.

kalau aku hanya anak bhuntek
lalu kau abaikan,
kau bakar menjadi penghangat dalam dingin mu saja?
Mata ku buta memandang luka

langkah nafas yang tersisa
pada terjal kehidupan,
licin air mata ku tak perduli.
Lantas, bukan yusuf atau sulaiman
tak lebih dari gurindam lusuh
ingin dilihat meski tak dibaca.

Tegas