Minggu, 12 Oktober 2014

Bagimu


Vie..
sedih adalah tentang kamu
yang tak terelakan dengan doa,
sekalipun darah berhenti di tubuh
pun gerilyawan terpenggal lehernya
itu aku dengan kekar menahan senyum nanar.

vie..
bahagia itu karena kamu,
pelepas rasa lahap meneguk kecewa.
jika telah datang tetes air keabadian kelopak mata.
Telanlah, agar tuhan tdak murka,
Kelak bahagia pasti milik kita.

vie..
Dan masih tentang malam,
saat pendar wajah rembulan hilang
datang di hatiku lilin purnamamu.
layaknya ruang tak berpintu
di dalamnya, kau berbisik memanjaku
mengajak mendaki tebing surgawi..
merebah penat bersama di pangkuan waktu.
Andai,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.