Vie..
sedih adalah
tentang kamu
yang tak terelakan
dengan doa,
sekalipun darah
berhenti di tubuh
pun gerilyawan
terpenggal lehernya
itu aku dengan
kekar menahan senyum nanar.
vie..
bahagia itu karena
kamu,
pelepas rasa lahap
meneguk kecewa.
jika telah datang
tetes air keabadian kelopak mata.
Telanlah, agar
tuhan tdak murka,
Kelak bahagia pasti
milik kita.
vie..
Dan masih tentang
malam,
saat pendar wajah
rembulan hilang
datang di hatiku
lilin purnamamu.
layaknya ruang tak berpintu
di dalamnya, kau
berbisik memanjaku
mengajak mendaki tebing surgawi..
merebah penat bersama
di pangkuan waktu.
Andai,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.