Minggu, 12 Oktober 2014

PEMBUNUH SEPIH

;sebuah rasa untukmu
Telah kau bakar mimpi
dalam mataku
Bau kemenyan ritual kerinduan malam
kau hunus senyum
setelah maghrib berlalu.

Sebelum aku terlahir
menjadi  kapalkapal yang akan karam
di lautmu,
Izinkanlah berdoa
sebiru langit untuk sang Purnama

Setelah kau berlalu. 
Kini malam beradu pilu,
tersebab pembantaian rindu
gelimpang disepanjang jalan
;aku bertanya tentang kata tanpa makna.
Sebiji canda ditelan malam
Segelintir rasa terdampar kelam

Aku harus kembali
berbenah
Sebelum tubuhku senja
petang lalu gelap
menyaksikan senyummu dari nafas yang berbeda.
                                                                #tamidung 08


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.