;sebuah rasa untukmu
Telah kau bakar mimpi
dalam mataku
Bau kemenyan ritual kerinduan malam
kau hunus senyum
setelah maghrib berlalu.
Sebelum aku terlahir
menjadi kapalkapal yang akan karam
di lautmu,
Izinkanlah berdoa
sebiru langit untuk sang Purnama
Setelah kau berlalu.
Kini malam beradu pilu,
tersebab pembantaian rindu
gelimpang disepanjang jalan
;aku bertanya tentang kata tanpa makna.
Sebiji canda ditelan malam
Segelintir rasa terdampar kelam
Aku harus kembali
berbenah
Sebelum tubuhku senja
petang lalu gelap
menyaksikan senyummu dari nafas yang berbeda.
#tamidung
08
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.