Mengalir air mata di tepi negeri ini
lantaran sumpahnya
;pemuda tak berjiwa.
belum juga ada
yang nyata,
walau katanya
telah berakhir tariantarian diatas darah
dan berlari
mengecup sisa bendera.
jika langkah tak
cukup sekedar derap,
perjelaskan saja
bagi mereka.
lihatlah kedarat
kelaut kepulau,
nun jauh disana
lambaian tangan
bangsa mengajak penguasa
berderita sama dengannya.
tumpah jiwa raga
menjadi ombak
menjadi badai
terumbu karang Indonesia
retak,
badai datang karam
pemuda
perahunya hilang
dalam air mata.
kamilah bangsa
yang ingin merdeka.
Yogyakarta 28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.