Gelung
rambutmu Himalaya
Dengan
diam ku daki dengan hati
Walau ada
sepi ada janji
terpatri
kasih nan sejati
menikmati
dari keindahan tak berduri.
Lalu
wajah mu taman berbunga
Bibir mu
memawar merah
Pun sejuk
lebat alis
rindang
danau susu pipi mu.
demikian
semai rindu bercandu
yang
perlahan menyesatkan ku.
gemulai
tubuh mu,
menyapa
diam-diam dari lekik pinggul
Yang kau
taburkan di altar mata
memintal
denyut demi denyut doa
Dari
rindu nan bersyahdu.
Aku tak
akan berakhir,
Sesampai
nya puisi melingkar di jemari imajinasi.
masih
menikmati mu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.