Senin, 15 Desember 2014

KEJADIAN DI MALAM

Jangan biarkan malam berlari menjauhi kita, pemburuhnya adalah kerinduan di ujung maghrib. dari kekalahan yang berdesakan dan tak ingin mengulang entah keberapa hitungan. tujuan telah ku beton biar tak rapuh dan goyah. apa yang terselip dalam bara angan ku, menjadi terbukti dan tak bermimpi kesekian kali.

tinggallah kejadian dipagi buta, sekarang air mata adalah nafas baru menyemangati kelahiran cinta, percayalah tentang embun  akan menjadi darah bagi kaum tertindas kasihnya. Niat tak boleh salah atau lupa tentang peta tujuan mulia. bukan sekedar menyetubuhi malam melainkan pagi kita peluk siang pemanasan sampai malam berani bersenggama dibawah teduh agama.

Berkian almanak telah gugur dimusim rindu, bersarang dalam paruparuku, dan nafas sesak lepas bagai dikedalaman air tak ke atas. Bukan sebuah nuansa baru dari lakilakimu untuk berenang di atas ranjang, membugili gemintang dikeheningan, malam ini akan ada yang terbaiatkan dari imajinasi. Tenang bintang tak perawan atau bulan tak purnama. Ini karena rindu kita. deru ombak dipantai ku tak hentinya megulungi tubuhmu yang kaku, sesekali melentur diantara bantal yang karam dikedalaman dua tubuh.

merubah kenyataan, dari orang tua yang tak lagi harimau, kemudian menjadi senyuman bermahkota berbunga. menatapi kita yang kehujanan dalam kamar, atau karena jejak merah dilehermu? aku menjadi lugu terbungkus kerudung mu yang merah jambu, yang dipetik dari bibir syahdu bulan madu dalam rindu. Ah, imajinasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.