Sabtu, 16 Mei 2015

TERAGEDI JARAK



Vie,
Ingatkah saat aku telanjang jujur di depanmu?
Dibanyak wanita yang lain aku melepas malu
Bahkan rahim tempatku lahir
ikut menyaksikan hati yang ku pertontonkan pada Tuhan
Aku tidak merasa malu meski kamu masih belum tentu bersamaku.

Vie,
Malam akan hilang diantara kita segera tiba
Sambut, dan jangan marah
Segala rasa sadar telah aku persiapkan tentang wanita
Kamu sungguh sebagian dari mendung itu
Demikian sering mengaram mimpiku.
;aku kembali luka

Vie,
Betapa ingin ku bunuh rasa bagimu
Seperti yang kau lakukan padaku dengan ganas
Pasti sudah aku kafani hati ini dengan wanita yang lain.


Vie,
Tebas saja dadaku!
Jangan biarkan mata menyaksikan bunga diranjangmu
atau harus mejelaskan kejujuran dengan ujung celuritku
Karena masih akan kujelaskan padamu
kehalalan bukan cukup terjadi di atas angan
Apa lagi hanya jarak pencipta dusta,
Terlalu editis kebersamaan ini Vietri.

Jogjakarta 17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.