Vie,
Ingatkah saat aku
telanjang jujur di depanmu?
Dibanyak wanita yang
lain aku melepas malu
Bahkan rahim tempatku
lahir
ikut menyaksikan hati
yang ku pertontonkan pada Tuhan
Aku tidak merasa malu
meski kamu masih belum tentu bersamaku.
Vie,
Malam akan hilang
diantara kita segera tiba
Sambut, dan jangan
marah
Segala rasa sadar telah
aku persiapkan tentang wanita
Kamu sungguh sebagian
dari mendung itu
Demikian sering
mengaram mimpiku.
;aku kembali luka
Vie,
Betapa ingin ku bunuh
rasa bagimu
Seperti yang kau
lakukan padaku dengan ganas
Pasti sudah aku kafani
hati ini dengan wanita yang lain.
Vie,
Tebas saja dadaku!
Jangan biarkan mata
menyaksikan bunga diranjangmu
atau harus mejelaskan
kejujuran dengan ujung celuritku
Karena masih akan kujelaskan
padamu
kehalalan bukan cukup
terjadi di atas angan
Apa lagi hanya jarak
pencipta dusta,
Terlalu editis
kebersamaan ini Vietri.
Jogjakarta 17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.