Mampukah kau menjawab hujan dinda?
Sementara kumbang mabuk bunga di taman sepih
demikian keruh air lembab di pipi bulan itu
Telah legam lantaran kemarau kerontangi bumiku
,Dinda.
Bisakah kau tafsir setiapsapu badai yang memesrah Dinda?
Semua adalah penjelasan rindu mencekik diam
Lalu tubuh-tubuh palsu menjadikan dirimu
terpasung jalanan dan kotaku tergusur
Hanya berdasar sebidang dada dengan rusuk luka.
Ya, itu adalah dirimu yang tak berwajah Dinda
Sekedar lukisan sumbang yang kerap merinaikan hatiku
Warna merah kuning hijau merah jambu ungu terung hijau daun
Sampai pusing otakku memutar baying tentangmu yang semu.
Sejujur tubuhku menanyakan tentang kau tak berwujud
Dan telah jauh ku berkelana,
Mencari nama dan wajahmu tanpa nafas.
Jogjakarta 30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.