Kamis, 08 September 2016

Puisi-Puisi Wardi

PENTAS PAGI

Apakah hanya aku yang diterjang
Bila desaku adalah sketsa kota?
Melihat wajah burung-burung yang murung
Aku belum lupa bagaimana semesta
Pun ragam pengerasan jalan
Yang mengatakan aku cinta perkelahian
Telah terbuka dada-dada kepentingan

Di atas kepalaku yang batu
Ada hujan berlayar di langit biru

Dan di bawah kaki ibu
Terdapat pecahan air mata
Sebab lagu kemarau
Kali ini tenang dari percakapan tembakau

Apakah hanya aku yang diterjang
Bila pagi dipentasi bising mesin dan roda?
Mencoba merangkai kembali matahari
Dan membayangkan hutan
Pandang pun ditingkah pembangunan

Sungai tetap mengarus dari lubang-lubang
Kulit bapak yang terkelupas ke bumi
Keringatnya mencari muara
Atas anak-anak yang melayang di angkasa
Ia berkejaran searah dengan angin laut
Memburu peradaban-peradaban barat

O, betapa bapak hanya menggenggam pasir
Lehernya digantung di ranting cemara rindang
Ketika tambak pun membentang sepanjang Lombang
Anak mereka, menunggu di pantai membawa lapar

Rupanya tak hanya aku yang diterjang
Bila kita bersama yang menyalakan ingatan senja di atas ombak
Maka, mari kita pandangi doa perahu itu
Yang mulai dalam menyebut nama mendung
Yang mulai karam
Ditindih penjajahan tak berujung

Pantai Lombang, 2016

INI AKU

Di sini, kulepas rindu pada jari gadis kemayu
Mengikatkan masa silam yang lama hilang
Dan menyanyikan lagu paling syahdu
Kepada bibir yang saling lumat jantung

Engkau belum juga menua di lumbung kenangan
Semisal melepas ikatan akar yang dianyam
Aku pura-pura mampu melupakan

Di sini, aku pernah terjaring kain kerudung
Keringkan keringat yang menyimpan cinta begitu rapat
Dan rekaman tubuh penunggu yang mematung
Menjelma godaan sebagai isyarat

Ini aku, Dinda
Seorang pendatang yang diusir waktu
Bermimpi mengenai matahari di seberang
Selalu diusir makna-makna yang berpeluh dirimu
Maka, barangkali tiba dewa mengerti kata mati
Berdekatlah denganku beberapa abad
Kita akan merambat pada tumpukan kangen
Serta membuatkan rumah abadi bagi pertemuan

Pamekasan, 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.