Aroma pandan dan kenanga, aku menulismu di atas keranda. Dan puisi pertemuan yang mendadak menikam dengan sekepal kepergian, aku tak jadi membaca setelah sepi ditandai tubuhmu yang patung. Kertas naskah kehidupan pucat. Memayat aku dalam drama yang kehilangan kesannya.
Tamidung, 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.