Senin, 13 April 2015

KEKAYAAN MIGAS (Miskin Gagasan) di SUMENEP ?


            SUMENEP mulai dari sekotor perikanan, pertanian, perkebunan, hutan, tembakau, garam, hingga pada potensi Minyak dan Gas seara faktual tidak bisa disingkirkan dari bumi Sumenep. Melihat pagerungan di Pulau Kangean yang telah dipercayakan oleh pemerntah kepada PT Energy Mega Persada(EMP) Kangean Limited, dan Blok Maleo I yang terletak di Perairan Selatan Pulau Gili Genting Sumenep, Minyak dan Gas di keruk dari bumi kita. Masih ada 6(enam) titik Minyak dan Gas yang ditemukan dan rencana mau dieksplorasi. Pengeboran di titik-titik tersebut akan dilakukan oleh 2(dua) investor dari luar negeri, yakni PT Anardako dan Petronas Carigali.[dikutip dari DPM].
            Kepulauan di Kabupaten Sumenep terdiri dari wilayah daratan dengan pulau yang tersebar berjumlah 126 pulau(berdasarkan hasil sinkronisasi Lus Wilayah Kabupaten Sumenep) yang terletak di antara 113º32'54''-116º16'48'' Bujur Timur dan diantara 4º55'-7º24' Lintang Selatan.
            Bagi saya tidak ada alasan bagi masyarakat Sumenep untuk tidak sejahtera. Utamanya kepulauan. Karena Sumenep sendiri sudah menyandang sebagai kabupaten penghasil Minyak dan Gas terbesar di Madura. Setidaknya ada 8(delapan) perusahaan yang sudah melakukan eksploitasi. Namun saya tidak mau berdebat masalah Minyak dan Gas yang terkandung dalam bumi Sumenep, melainkan kepada Miskin Gagasan (MIGAS) dari Sumber Daya Manusianya(SDM). Sebab kalau berbicara mengenai kekayaan alam di Sumenep sudah tidak bisa disanggah lagi. Tinggal bagaimana kita sebagai manusia yang berdomisili di Sumenep mengelolahnya.
            Dibalik kejengkelan fikiran saya mengenai masyarakat sumenep sejahtera, karena di tahun 2015 ini masyarakat Sumenep akan berpesta dengan pemilihan pemerintah daerah. Dalam hal ini saya menyempatkan diri untuk melukis kembali warna Sumenep yang baru. Maksudnya dalam pemberdayaan sumber daya manusianya. Sebagai warga Sumenep pasti banyak tahu mengenai problematika politik di dalam masyarakat. Mereka bisa menjadi pura-pura MIGAS ketika sudah uang masuk ke saku celana. Atau bahkan pemerintahnya menjadi MIGAS terhadap pembangunan, yang sama sekali tak seindah pada saat kampanye.
            Tidak ada kawan dalam dunia politik. Seperti itu kalimat yang familiar tentang politik. Bukan tidak mungkin rakyat akan juga ikut dilahap dalam kekuasaannya. Politik bergerak dalam keadaan bangsa yang merdeka, karena disana kebebasan bergerak. Termasuk kebebasan politik. Salah satu opsi dari saya adalah menyamarataan pendidikan yang harus diperkuat dari Sumenep. Masyarakat sendiri sudah tidak dapat membedakan mana politik dan mana sosial. Bahkan demi mulusnya penyeludupan politik keranah sosial tak jarang menggali dari tokoh sosial.
            Bukan maksud mengekang masyarakat Sumenep yang pluralistik untuk bersuara. Disini hanya sekedar mengisyaratkan pada getar hati dari diri Masyarakat, bukan getar uang yang disogokkan. Opsi lain untuk masa depan sumenep adalah memberikan sumbangsi kekayaan pendidikan terhadap generasi. Maka saya kira dengan adanya gagasan untuk mencerdaskan masyrakat, lambat laun MIGAS (Miskin Gagasan) di masyarakat Sumenep akan berkurang. Pembangunan bukan sesuatu yang menakutkan jika dalam keadaan derita masyarakat bisa bahagia. Kekayaan alam harus bisa dikembalikan kemasyarakat.
            Sumenep harus berbenah dengan adanya pemilu KADA ini. Sebab Sumenep butuh sosok pemimpin yang bijak sana, bukan yang bertindak semaunya. Keislaman yang tertanam dengan landasan rahmatan lil’alamin harus bisa menjadi karasteristik tersendiri dalam diri masyarakat yang berbudaya. Sama sekali tidak ada unsure diskriminasi wilayah atau keadaan masyarakat yang sama-sama hidup dalam satu bendera Pulau Madura. Namun faktanya di Sumenep masih tidak ditemukan adanya konflik permasalahan yang disebabkan oleh perbedaan paham. Beda dengan Kabupaten sebelah. Sumenep harus menjadi contoh dan kaca besar bagi bangsa lain yang hidup dengan kedamaian, tentunya juga kesejahteraan. Semoga kita bisa..
           
           

             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.