Jumat, 20 November 2015

RAMBUT

Ia memiliki banyak persamaan, bahkan di seluruh tubuh hampir ku temui yang sepadan dengan rambut. Sempat saja tidak berfikir, di antaranya, aku tidak mengatakan dengan kumpulan kata dan bahasa yang sama. Kalau tidak bulu, rambut, untuk mengatakan kapas atau benang aku belum pernah diajari. Emak biasa mengantar aku tidur dengan bercerita tentang diriku, dulu, dulu juga saat masih suka tidur berdua dengan Emak. ;Dulu kepalamu botak, sekarang sudah berambut.
Setidaknya kata demikian masih ngiang di seputaran jalur fikiran sampai titik detik ini.
Bulu, dan rambut, dua kata yang ku lihat bentuknya hampir sama. Dualisme yang menarik dan indah. Sebagai laki-laki, aku banyak memiliki itu, hampir seluruh tubuh yang jangan diceritakan satu-satu.
Karenanya, diri semakin tahu semakin pula tersoal, kenapa Tuhan merahasiakan bulu dan rambut yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan?
Termasuk cara sederhana wanita dengan bulu (rambut) yang menjadikan aku memiliki miliaran ingin, adalah sebab alisnya yang menggambar bulan celurit atas langit keinginan. 


Jogja-Madura 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.