Kepala
adalah janur dan bulan yang tergantung mesrah laut
Agraria
pertiwi
Jumpalitan
tubuh Negara karena berenang saja memakai konsep teori-teori.
Lihat
kemari, darah menjadi tinta puisi penyair
Menulis
kisah tawa para dewan menghisap kaos kaki.
Sebagai
ganti mereka berpartai membentuk organisasi atas nama reformasi yang basi.
Serat
buah pinang tidak jelas terbagi duanya
kembaran
satu rahim presiden dengan rakyat hilang berbuah kabut.
Hutan
dan harga tambang ditukar nyawa bukan soal ngeri
Negeri
lebih tegas menjelma palu hakim.
Semoga puisi
berkepala gagah sosok negarawan hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.