Selasa, 10 November 2015

NEGARA DAN KEPALANYA

Kepala adalah janur dan bulan yang tergantung mesrah laut
Agraria pertiwi
Jumpalitan tubuh Negara karena berenang saja memakai konsep teori-teori.
Lihat kemari, darah menjadi tinta puisi penyair
Menulis kisah tawa para dewan menghisap kaos kaki.
Sebagai ganti mereka berpartai membentuk organisasi atas nama reformasi yang basi.
Serat buah pinang tidak jelas terbagi duanya
kembaran satu rahim presiden dengan rakyat hilang berbuah kabut.
Hutan dan harga tambang ditukar nyawa bukan soal ngeri
Negeri lebih tegas menjelma palu hakim.
Semoga puisi berkepala gagah sosok negarawan hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.