Selasa, 10 November 2015

JUHAR MANIK



Harum baumu adalah hatiku, bagaimana para wanita
Mendekap, lalu ku erat serupa gerak bibir tanpa isyarat.
Wasiat tak menjadi alasan atas langit dan bulan, ayat bertabur
Menyirami hutan tempat tarompanya merayap menuju rumah tanpa pintu.
Perihal masuk kebingungan adalah rahasia Tuhan dengan
maghrib jum’at-Nya yang ku manfaatkan.
Aku berdewa pada tuhan karenamu Juhar Manik
Aku mencintai dan ia mencintai karenamu Juhar Manik
Sementara wajah tua menantang muda sebagaimana uban yang enggan.
Dan kau minyak juhar manik pengikat gadis-gadis.


Jogjakarta 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.