Harum
baumu adalah hatiku, bagaimana para wanita
Mendekap,
lalu ku erat serupa gerak bibir tanpa isyarat.
Wasiat
tak menjadi alasan atas langit dan bulan, ayat bertabur
Menyirami
hutan tempat tarompanya merayap
menuju rumah tanpa pintu.
Perihal
masuk kebingungan adalah rahasia Tuhan dengan
maghrib
jum’at-Nya yang ku manfaatkan.
Aku
berdewa pada tuhan karenamu Juhar Manik
Aku
mencintai dan ia mencintai karenamu Juhar Manik
Sementara
wajah tua menantang muda sebagaimana uban yang enggan.
Dan
kau minyak juhar manik pengikat gadis-gadis.
Jogjakarta
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.