Rabu, 07 Oktober 2015

WASIAT MALAM

;Subhit

Lama aku tak menulis
sejak wasiat itu menjadi puisi
Petuah malam pertemuan menjelaskan
seluk beluk luka membingungkan
Gelap dan angin bersetubuh angkuh
Hingga paling intimnya
melahirkan bayi-bayi yang gigil

Pohon menjadi alif menjulang,
dengung mim di langit mengantar doa terakhir kematian nun yang kau tadaruskan
Kita harus sama-sama rapi menutup lembaran kitab.
Duhai Subhit, kekasihku, telah ada yang merenggut jernih sungai darimu
Mataku yang kusam karena malam
terus kau hadiahi kemurungan
Dan dalam penyerahan yang sempurna ini, kepada Tuhan
akan kucium bibir penderitaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.