Sabtu, 20 Januari 2018


Selamat siang!


Sejak kecurigaanmu yang tak berdasar, memilih menutup pengertianmu untuk segala penjelasanku, sejak itu tak kupungkiri kita telah berakhir luka. Aku yang luka. Kamu memilih tak ada penjelasan untuk itu. Hingga semuanya harus kujelaskan kepada orang lain. Kepada pengikut instagram, kepada teman dan pengikut facebook. Mereka memang tidak akan mengerti. Tidak akan pernah paham separah apa luka yang kuderita. Biarlah.


Selamat siang!


Pada saat aku menderita, aku menjadi tidak bisa memilih. Mau menulis apa, mau melakukan apa, harus bagaimana melalui hari-hari. Yang ada, aku hanya ingin mengkhayal tentang kita yang pernah indah. Tentang semua yang pernah jatuh tidak dengan cara begini--menyakitkan. Tidak ada kamu, berarti sudah tidak ada siapa pun yang dapat kupilih menjadi teman hidupku. Sederita ini, hatiku masih mencoba baik, menganggap yang kamu lakukan sebagai kekhilafan. Mungkin kamu sedang lupa bahwa tak ada perasaan yang dapat dijadikan bahan candaan dan permainan. Ini hati. Aku masih percaya, suatu saat nanti kamu memahami, siapa yang benar tulus mencintai.


Selamat aiang!


Ingatlah, Dewi Perasaanku, dalam hidup ini kita pasti bertemu dengan jutaan kejutan. Yang tidak mungkin pernah kamu dan aku pikirkan. Seakan menjadi sesuatu yang tibanyak seumpama direncanakan. Bagaimana kalau kamu dan aku tak bersama? Syukur-syukur sebaliknya. Kalau tidak, sanggupkah aku bertahan dalam genangan kenangan? Dan apakah semudah itu kamu akan melupakan? Semua yang pernah nyaman dan menyenangkan. Bersama kita yang sempat kamu aku jaga dan suci-sucikan.


Selamat siang!


Sebab hingga detik ini, belum kutemui perempuan yang begitu menantang. Perempuan sedingin dirimu dalam urusan perasaan. Hingga pada saat tiba di mana aku menjelaskan kepada senja yang membawaku tengelam bersama perasaan yang masih bergantungan: Mengenai aku yang masih ingin berdiri kuat, bertahan, untuk memperjuangkan bayangmu. Dari segala rapuhku.😩

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagilah walau melalui kolom sederhana ini.